May14
Remember those long weeks without any single post or even rant? How long has it been? Two years or so? This unimportant, unusual post is to show you how bad the brick wall was for me. I honestly thought I was fine and this was gonna be temporary. Turned out it was not.
Baca selengkapnya »
Sudah tiga tahun terakhir, hadiah ulang tahun gue setiap tahunnya adalah kehilangan salah satu orang yang gue sayang. Menjalani tragedi demikian bikin birthday sama artinya dengan menunggu siapa orang tersayang yang tereliminasi tahun ini.
Minggu lalu opa meninggal. Opa begitu unik dan penuh kasih sehingga kalo kalian punya opa yang sama, kalian juga pasti akan mulai bertanya-tanya tentang arti kehidupan di tengah sarapan pagi mie babimu. Alangkah singkatnya hidup ini. Cuma sekedipan mata dan tiba-tiba berakhir. Persis kentut. Tinggal nama di batu nisan. Dan kau berjas di dalam tanah, di sebelah kubur istrimu. Ditaburi bunga yang 25 ribu rupiah satu kantongnya sementara di atasmu orang-orang membaca kutipan-kutipan alkitab yang memberi argumen kenapa keluargamu yang kristen seharusnya bahagia kau terbaring kaku di bawah sana. Baca selengkapnya »
Nov11
Gue paling benci kalo nama belakang gue ditulis Onimaru. Nggak sebenci gue terhadap cabe, tapi tetep aja benci. Dalam satuan kebencian gue terhadap cabe, bisa ditulis : 0,7kcb. Nama Omimaru adalah penghormatan orang tua gue terhadap orang-orang yang sudah berjasa memungkinkan gue punya mami yang masih hidup waktu bayi. Gue bahkan nggak dapet nama belakang papi gue, Leonardo, demi mempertahankan nama belakang itu. Gue jauh lebih suka dipanggil dengan nama lain daripada dipanggil dengan nama yang lo pikir bener tapi ternyata salah. Gue malah suka banget punya banyak nama panggilan. It adds flavour to my social life.
Tapi yang satu ini…

No smart ass. I didnt.
Kamprettt. Zionisss!
*trend akhir-akhir ini : entah yang salah siapa, yang penting teriak Zionis duluan! Gue berusaha membaur.*