<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panggil Aku Michael &#187; istri</title>
	<atom:link href="http://blog.yosua.net/tag/istri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.yosua.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 09:29:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Ayah, Aku Ingin Jadi Dewasa!</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2009/03/01/ayah-aku-ingin-jadi-dewasa/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2009/03/01/ayah-aku-ingin-jadi-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 19:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Current Affairs]]></category>
		<category><![CDATA[Prose]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ironis]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Ayah, aku ingin jadi dewasa! Aku ingin menikah! &#8212; dan tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba. Aku selalu penasaran apa rasanya menyepak wanita, yang setiap hari terjaga, pergi menyiapkan semua kemeja bahkan sebelum ayam membuka suara. Ayah, aku ingin jadi dewasa! Pergi bekerja, mencari nafkah pagi-pagi. Membanting tulang setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Aku ingin menikah! &#8212; dan tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba. Aku selalu penasaran apa rasanya menyepak wanita, yang setiap hari terjaga, pergi menyiapkan semua kemeja bahkan sebelum ayam membuka suara.</p>
<p><span id="more-541"></span>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Pergi bekerja, mencari nafkah pagi-pagi. Membanting tulang setiap hari. Lalu mencoba menggandakannya di meja judi. Kala Sabtu tiba, akan kuhamburkan di rumah pelacuran Gandasari. Orang bilang, hasil keringat sendiri rasanya nikmat sekali. Apalagi bersama Lusi. Dan Kiranti. Diselingi dua butir pil KB.</p>
<p>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Merasakan cinta dan tenggelam di dalamnya. Aku selalu bertanya-tanya apa rasanya gagal bercinta! Apa rasanya berselimut duka. Betapa aku ingin sekali punya kesempatan untuk mengucap: Apa pun yang aku lakukan tidak pernah cukup di matanya! &#8212; persis seperti telenovela, yang dibuka ibu di rumah tetangga. Entah apa rasanya menjalani hidup dengan tujuan membalas dendam pada seorang wanita. Entah apa rasanya mengejar sukses  dengan tujuan menciptakan sesal di hati seorang wanita. Oh betapa aku ingin tahu, Ayah!</p>
<p>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Mulai dari belajar menengadah, lalu duduk bersila, dan berceloteh bahasa dewa. Belajar berjalan, menggapai taplak dan mengenal bunyi vas pecah. Tumbuh besar, lebih besar dari anak tetangga, agar aku bisa menghajar kepalanya. Karena aku pasti akan iri, pada setiap mainannya. Aku benci orang kaya. Tapi juga tak begitu besar, agar aku masih muat di kolong ranjang, saat Ibu mencari kemana hilangnya uang belanja.</p>
<p>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Jumat kemarin, kau pulang dari kota. Membawa singkong dan bau alkohol ke seluruh bagian rumah. Kau bahkan tak tahu lagi yang mana sofa yang mana tempat sampah. Ibu merebus singkong dengan cinta. Tapi kau mengamuk seperti pria. Perkasa. Penuh kuasa. Dewasa. Sambil menjambak Ibu kau terus berkata : Singkong gorengku mana?! SINGKONG GORENGKU MANA! Dan kau melempar Ibu ke beranda. Ibu mendarat dengan perut di bawah.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-543" title="blood" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2009/03/blood_spatter-450x293.jpg" alt="blood" width="450" height="293" /></p>
<p>Ayah, aku ingin jadi dewasa!<br />
Tapi kau mengantarku langsung ke surga.<br />
Bahkan sebelum aku melihat dunia.<br />
Tapi lihat sisi baiknya.<br />
Aku tak kenal istilah fana.<br />
Dan aku batal jadi seperti Ayah.</p>
<p>Kau ayah yang luar biasa.<br />
Thanks!</p>
<p>&lt;aku bahkan belum punya nama&gt;</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/18/2012/" title="2012 (Wednesday, 18 November 2009)">2012</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/11/yosua-onimaru/" title="Yosua Onimaru (Wednesday, 11 November 2009)">Yosua Onimaru</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2009/03/01/ayah-aku-ingin-jadi-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untuk Istriku</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2009/01/14/surat-untuk-istriku/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2009/01/14/surat-untuk-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 13:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Istriku sayang, Aku tidak tahu siapa kau, atau di mana, atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas jangan dalam waktu dekat. Aku tidak ingin mencintai siapa pun sebelum aku siap menikah. Atau sebelum baju pengantinmu selesai kugambar. Atau sebelum aku benar-benar ahli memasak spaghetti-ku sendiri. Aku ingin kau bisa membanggakan spaghetti-ku kepada teman-temanmu. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istriku sayang,</p>
<p>Aku tidak tahu siapa kau, atau di mana, atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas jangan dalam waktu dekat. Aku tidak ingin mencintai siapa pun sebelum aku siap menikah. Atau sebelum baju pengantinmu selesai kugambar. Atau sebelum aku benar-benar ahli memasak spaghetti-ku sendiri. Aku ingin kau bisa membanggakan spaghetti-ku kepada teman-temanmu. Aku bahkan ingin stand spaghetti-ku sendiri di pesta resepsi pernikahan kita. Semoga kau tak keberatan membantuku menuangkan saos untuk para tamu.</p>
<p>Aku berdoa semoga ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang dengan kepribadian yang lain atau berusaha keras mengubahku. Kuharap kau takkan membandingkanku dengan pria-pria yang mungkin punya mobil atau motor yang cc-nya lebih tinggi. Aku tahu terkadang leluconku terlalu rumit, tapi kuharap kau selalu mau tertawa. Aku tahu aku bukan perawat yang baik, tapi kuharap kau mau kurawat kapan pun kau sakit.</p>
<p><span id="more-346"></span>Aku akan tergila-gila pada senyummu. Jadi jangan pernah berhenti tersenyum padaku. Aku akan hidup dari senyummu. Bangun pagi karena senyummu. Tidur malam di sela senyummu. Bangkit karena senyummu. Berkeringat karena senyummu. Aku bahkan mungkin akan ditelpon credit collector bank juga karena senyummu.</p>
<p>Beritahu aku jika ada perbuatanku yang mengganggumu, atau jika ada sesuatu yang tak pas. Aku ingin kau selalu bersikap jujur padaku. Setiap hari aku berdoa agar Tuhan memampukanku membaca pikiranmu sama baiknya seperti aku menggunakan Photoshop. Kuharap kau selalu bisa mempercayaiku karena aku akan selalu mempercayaimu. Dan bila kita sedang memilih-milih barang untukmu, percayalah saat aku bilang warna ini cocok untukmu. Kau akan menghemat banyak waktu. Dan tenaga. Milik kita berdua.</p>
<p>Kuharap kau akan selalu ingat bahwa aku tidak punya masalah dengan warna apa pun kecuali pink. Bila kau berencana untuk memakaikanku baju pink di suatu acara, satu-satunya acara di mana aku akan memakainya tanpa mengajukan keberatan apa pun adalah hanya di hari pemakamanku.</p>
<p>Ketahuilah bahwa aku mungkin tak akan menunggu lama sebelum ciuman pertama kita. Biasakan dirimu karena aku akan selalu menghujanimu setiap waktu. Di keningmu, di hidungmu, di pipimu, di dagumu, di lehermu, di pundakmu, di sepanjang garis punggungmu, di sepanjang lenganmu, di sepanjang tanganmu, di punggung tanganmu, di perutmu, di pusarmu, di pinggulmu, dan bila kau lengah, di bibirmu. Ketahuilah bahwa aku akan sering mengecupmu hanya karena aku kehabisan kata-kata untuk mengatakan betapa aku sayang padamu. Bila kau ingin katakan bahwa kau juga sayang padaku, cukup pejamkan matamu. Atau berpura-puralah lengah.</p>
<p>Kalau aku tiba-tiba pasif dan tak banyak bicara, jangan tanyakan masalahku. Baringkan kepalaku di pangkuanmu lalu peluk dan elus kepalaku. Atau bermainlah dengan rambutku. Atau usap punggungku. Mungkin aku akan menangis dalam hitungan menit. Atau detik, bila tiba-tiba kau berdendang lembut untukku. Tapi bisa juga jam bila aku sedang berusaha tampil tegar. Atau malah tidak akan sama sekali, karena aku hanya menipumu agar jari-jari panjangmu mengusap lembut kepalaku.</p>
<p>Saat aku menangis, harga diriku akan terluka parah. Hujani aku dengan senyuman dan bila aku telah selesai mengusap ingus terakhirku, kau boleh tertawakan aku. Saat itu juga, semua masalahku seberat apa pun kuanggap telah selesai dan cintaku padamu akan bertambah dua kali lipat. Inilah saat yang tepat bila kau ingin mengganti kulkas menjadi empat pintu seperti milik tetangga kita atau menambah perabot baru lainnya. Mungkin aku akan berkata ya. Tapi mungkin juga limit kartu kreditku yang akan menjawab tidak.</p>
<p>Kuharap kau tak keberatan bila aku hanya ingin punya dua anak. Dan akan seru sekali bila anak kita kembar. Pria dan wanita. Jangan pernah lupa bahwa aku ingin sekali ada kata Michael atau Michelle di dalam rangkaian nama anak kita. Dan Omimaru. Aku ingin anakku merasakan kebanggaan saat punya nama belakang yang sama dengan ayahnya. Aku tidak pernah merasakan kebanggaan itu. Dan bila kau belum tahu, anak-anak kita bukan warga negara Indonesia, sayang. Bersiaplah menggunakan bahasa inggris di rumah. Dengan grammar dan pronounciation yang benar. Kuharap TOEFL-mu di atas 550.</p>
<p>Aku mungkin akan terlalu protektif. Berjalanlah di sisi dalam jalan. Sediakan waktu untuk belajar cara mengganti alur langkahmu saat berjalan denganku. Jangan pernah lepaskan tanganku. Sedetik pun. Jangan menyeberang jalan tanpa ada di sampingku. Genggam tanganku lebih erat bila kau hendak terjatuh agar aku langsung menarikmu. Cari aku sebelum kau mencoba untuk pulang sendirian. Kirimi aku kabar begitu kau tiba ke tempatmu.</p>
<p>Kuharap kau tidak berpikir aku meminta terlalu banyak darimu. Kuharap kau mengerti aku agak gugup dan sangat takut. Aku ingin bisa mengatakan bagaimana atau kapan kita akan saling bertemu, dan apakah kita selamanya akan saling mencintai. Setiap hubungan asmara adalah sebuah permainan kartu yang baru, dan (ah..) aku tak pernah pandai bermain kartu. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu. Dan ketahuilah, aku tak akan pernah berusaha mengubahmu. Karena aku mencintai pribadimu. Kau akan selalu cantik di hadapanku. Sampai kapan pun.</p>
<p>Terima kasih karena telah mendengarkan; hanya ini yang aku minta.</p>
<p>Milikmu selamanya,</p>
<p>Yosua Omimaru.</p>
<p><em>&#8211; taken from Chicken soup for the teenage soul 3, Sarah Bercot<br />
&#8211; greatly inspired from <a href="http://lidah-mata-suara.blogspot.com/2009/01/suamiku-sayang-aku-tidak-tahu-siapa-kau.html" target="_blank">this post by Yessica</a>.<br />
&#8211; original post on <a href="http://summersoul-ish.blogspot.com/2009/01/cowokku-sayang.html" target="_blank">this post by Kezia.</a></em></p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/16/why-wait-a-million-years/" title="Why Wait a Million Year? (Sunday, 16 May 2010)">Why Wait a Million Year?</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2009/01/14/surat-untuk-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
