Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Aku ingin menikah! — dan tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba. Aku selalu penasaran apa rasanya menyepak wanita, yang setiap hari terjaga, pergi menyiapkan semua kemeja bahkan sebelum ayam membuka suara.
Baca selengkapnya »
Istriku sayang,
Aku tidak tahu siapa kau, atau di mana, atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas jangan dalam waktu dekat. Aku tidak ingin mencintai siapa pun sebelum aku siap menikah. Atau sebelum baju pengantinmu selesai kugambar. Atau sebelum aku benar-benar ahli memasak spaghetti-ku sendiri. Aku ingin kau bisa membanggakan spaghetti-ku kepada teman-temanmu. Aku bahkan ingin stand spaghetti-ku sendiri di pesta resepsi pernikahan kita. Semoga kau tak keberatan membantuku menuangkan saos untuk para tamu.
Aku berdoa semoga ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang dengan kepribadian yang lain atau berusaha keras mengubahku. Kuharap kau takkan membandingkanku dengan pria-pria yang mungkin punya mobil atau motor yang cc-nya lebih tinggi. Aku tahu terkadang leluconku terlalu rumit, tapi kuharap kau selalu mau tertawa. Aku tahu aku bukan perawat yang baik, tapi kuharap kau mau kurawat kapan pun kau sakit.
Baca selengkapnya »