Confession of a gamer 8
Everyone loves games! I dont know why, but everyone surely does!
Yang hiperaktif jadi bisa lebih hiperaktif. Yang melankolis menikmati kegiatan analisanya. Yang plin-plan belajar mengambil keputusan. Yang koleris makin menjadi-jadi sebagai pimpinan. Yang siphillis, ke dokter dulu gih sana. Yang residivis, plis deh kenapa harus Indonesia?
Pertama kali gua maen game, itu sekitar… umur 2 atau 3 tahun, waktu gua blom bisa mengeja “bertenaga” di mangkok mie yang gua pake tiap pagi. Pandangan pertama itu terjadi antara gue dan Nintendo, punya sepupu gue. Dan cinta itu masih berlanjut sampai 20 tahun kemudian.
Entah udah sampe seribu judul atau blom judul yang udah gue tamatin, yang pasti kalo disuruh sebutin apa aja, bisa mampus. Soalnya dari umur 3 tahun gua udah mulai mampu namatin game. Judul-judul jadul BANGET yang masih bisa gua inget pernah tamatin misalnya : Carnage, A.M.O.K, X-Com, Monkey Island, Sam & Max, Civilization, Grand Prix (satu disket 5 inch), Day of The Tentacle, King’s Quest, Police Quest, Prince of Persia (yang dikasih time limit harus tamat dalam sejam), Lemmings sampe ke Ladylove dan Cobra Mission *napa lu nyengir-nyengir hah!*. Dah lah itu aja, kalo lanjutin lagi aujubilah banyaknya. Itu semua judul jadul, kalo judul fresh gimana? Ya lebih banyak lagi.

Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.