Tag family

Ayah, Aku Ingin Jadi Dewasa! 32

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Aku ingin menikah! — dan tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba. Aku selalu penasaran apa rasanya menyepak wanita, yang setiap hari terjaga, pergi menyiapkan semua kemeja bahkan sebelum ayam membuka suara.

Baca selengkapnya »

Oh Papaku Sayang 14

Sep22

Orang tua katanya seringkali suka nggak sejalan dengan pikiran kita. Apa yang kita tidak pernah minta, seringkali itu yang mereka paksakan agar kita miliki. Berhubung gue pintar, beradaptasi dan berpikiran luas, juga ganteng baik hati dan suka membantu nenek-nenek menyeberang jalan, atau kalo diringkas: gue genius, gue pikir gue harus melakukan sesuatu yang efektif mengenai relasi orang tua dan anak yang aneh ini. Bila minta A tidak diberi dan bila tidak minta B malah dipaksa dikasih, artinya :

Bila anda sangat menginginkan A, tunjukkan bahwa kita sangat nggak mau A dalam pembicaraan anak dan orang tua.

Sebaliknya, bila anda tidak menginginkan B, mintalah terus menerus.

Jadi waktu terakhir gue ditelpon papi, gue langsung terapkan buah pemikiran bijak dan filosofis gue.

Papi: KTP udah jadi nih. Papi kirim langsung yah?

Yosu: Sekalian Pa sama barang lain. Jadi ngirimnya nggak pake amplop doang, biar nggak dikira duit dan ditilep orang Pos. Kalo pake barang kan bisa bentuknya kotak mie, jadi susah dibuka. *alibi sempurna*

Papi: Mo dikirim apa? Game? Barang komputer?

Yosu: Hmm, nggak ah Pi. Yosu udah nggak rajin maen game lagi. PS2 terbengkalai. Kalo ada yang nawarin XBox 360 sekarang, pasti Yosu tolak. Apalagi komputer, udah nggak kekejer lagi hardwarenya. Udah nggak ada waktu lagi buat maen game. *aktor Oscar pertama dari Indonesia*

Papi: Hm. Jadi mo dikirim apa?

Yosu: Kirim apa yah. Mie ajalah, biasa kan Papi kirim mie. *mantap! rutinitas kirim mie akan berhenti di sini!*

Papi: Ok.

Baca selengkapnya »

Kutukan Genetika 7

Jul6

Dulu, waktu gue menikmati jadi bitch kayak melankolis *in fact, melankolis pada dasarnya memang ekuivalen bitch kok*, gue pernah berpikir bahwa gue pasti anak angkat dalam keluarga ini. Gue pendiem, mengurung diri di rumah, suka teknologi, cerdas dan nggak suka rutinitas — sifat-sifat yang sedikit pun nggak ada di mami, boro-boro papi.

Mami : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita.

Papi : Penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…and I was 10 years old when I thought about those. That day I made a big decision : I will never be like any of my parents.

*sepuluh tahun kemudian*

Yosua : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita, penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…great.

…suara bersin dan batuk gue pun, PERSIS papi. Jangankan bersin dan batuk, suara gue muntahin odol aja udah PERSIS suara papi. Jadi kalo gue plus papi bersin, atau batuk, atau sikat gigi bareng, akan lebih kedengeran kayak gaung gema dibanding suara dua orang yang sedang beraktivitas bareng.

Oke, gue buang jauh-jauh pikiran bodoh tentang gue adalah anak angkat. Tapi kali ini gue yakin banget, gue pasti bayi tabung!

Panggil Aku Michael is powered by WordPress and FREEmium Theme.
developed by Dariusz Siedlecki and brought to you by FreebiesDock.com