<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panggil Aku Michael &#187; cerita</title>
	<atom:link href="http://blog.yosua.net/tag/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.yosua.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 09:29:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Magic Word: Sorry</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 18:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[satire]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Ada nggak sih orang yang mau masuk ke hidup gue, bukan buat keluar lagi di kemudian hari dengan ninggalin kekecewaan? Gue bahkan belajar keras untuk nggak menuntut apa-apa, gue belajar keras tentang bullshit yang namanya &#8220;menerima apa adanya&#8221;, gue belajar keras tentang ikut standar orang dan tinggalin standar gue yang katanya nggak manusiawi. Buat? Buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada nggak sih orang yang mau masuk ke hidup gue,<br />
bukan buat keluar lagi di kemudian hari dengan ninggalin kekecewaan?</p>
<p>Gue bahkan belajar keras untuk nggak menuntut apa-apa,<br />
gue belajar keras tentang bullshit yang namanya &#8220;menerima apa adanya&#8221;,<br />
gue belajar keras tentang ikut standar orang dan tinggalin standar gue yang katanya nggak manusiawi.</p>
<p><span id="more-502"></span></p>
<p>Buat?<br />
Buat dikecewain orang lain?</p>
<p>Begitu kecewanya sampe gue pake blog gue buat nulis ini.<br />
Wooo, gue pasti bete banget hari ini.</p>
<p>Orang-orang macam kalian ini yang bikin gue males menambah list orang yang deket sama gue. Blom lagi emang gue pemalu polos dan lugu. Orang-orang macem kalian ini juga yang bikin gue makin males kasih izin buat orang lalu lalang dalem hidup gue. Blom lagi emang nggak ada yang bisa gue bagi buat kalian, hidup gue kan statis: bersenang-senang, makan, tidur, ulangi lagi. Ah pokoknya bullshit lah kalian ini. Gue berasa hidup dan bergaul di tengah calon-calon legislatif Indonesia.</p>
<div id="attachment_168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-168" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/09/image037_filtered_r.jpg" alt="image037_filtered_r" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Bullshit dalam slow motion : Boooooo uuuuulll... sssshhhh eeeeeeetch. Tch di akhir adalah aksen Eropa.</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Tunggu dulu. Atau emang itu yang namanya pelajaran hidup?</p>
<p>Nggak menuntut apa-apa, maksudnya adalah nggak minta apa pun bila sudah dapat kata ajaib sorry. Menerima apa adanya, maksudnya adalah menerima bahwa semua manusia emang gitu, mereka nggak bisa hidup tanpa sorry. Dan maksudnya ikuti standar orang, maksudnya adalah belajar untuk menerima bahwa buat orang lain sorry artinya : masalah selesai. I see.</p>
<p>Dan bila mereka sudah bilang sorry, maka haram hukumnya buat dibahas lebih lanjut. Karena bila ya, di kemudian hari tiba-tiba gue-lah yang akan menjadi pihak yang punya kesalahan. Bila itu terjadi, gue akan dilabeli childish dan tiba-tiba gue yang harus bilang sorry. Pembicaraan akan berakhir dengan kesimpulan: Michael sudah bilang sorry, jadi ya sudah, lain kali lebih dewasa lagi, oke Michael? Dan saat itu gue akan sangat bingung. Jadi bila di suatu hari kalian bilang sorry sama gue, jangan lupa buat ingetin gue buat nggak bahas sedikit pun. Walaupun bentuknya entry blog.</p>
<p>Lama-lama gue makin ngerti kenapa gue nggak pernah denger papi gue bilang sorry. Sekalipun. Gue pikir itu karena gengsinya jauh lebih kronis dari gue, atau mungkin itu bagian dari usaha pencitraan dirinya kayak gue berusaha mencitrakan diri bahwa gue bukan melankolis <em>(gue sebenernya siphilis: sanguinis-phlegmatis-koleris-melankolis abis)</em>. Kalo gue adalah klon persis papi gue, dengan muka dan sifat yang sama&#8230; dan bila menghitung umurnya yang hampir dua kali gue, mungkin papi udah dikecewain dua kali lebih banyak dari gue. Dan sampe hari ini, papi masih belum pernah bunuh orang! WOW! Kalo itu gue, mungkin gue udah ledakin satu kota dengan alasan: mereka meluncurkan roket ke pemukiman kami. Jika karena itu negara-negara lain protes buat boykot produk gue, mungkin gue akan bilang: SORRY!</p>
<p>Bisa jadi papi tau banget betapa konyolnya kata : sorry.<br />
Bisa jadi papi alergi sama kata sorry. Kami anak-anaknya nggak pernah diajar untuk bilang sorry. Gue belajar kata sorry dari episode Baywatch. Karena sorry sounds cool. Dan biasanya setelah seseorang mengucapkan sorry kepada lawan jenisnya, mereka berciuman. Kalo adek gue dari sinetron remaja. Dia mungkin nggak tau apa itu : maaf.<br />
Hmm, bisa jadi itu sebabnya urusan Public Relation keluarga Kristanto ada di tangan mami gue. Karena mami gue kebal dikecewain orang. <em>*I dont know how the hell is that possible*</em></p>
<p>Btw, kalo lu udah nyadar bahwa lu bukan masuk kategori orang yang gue tanya di kalimat pertama, please do me a favor. Besok gue gajian, jadi sukacita gue akan ada pada puncaknya bulan ini. Tolong pakai waktu itu buat kecewakan gue besok, kalian semua, sekaligus. Jadi besok gue bisa impas. Ya paling bete-bete dikit. Bisa diobati oleh minuman ajaib yang bernama Nutrisari. Daripada kalian berbaris satu persatu menunggu giliran buat tusuk gue dengan &#8220;sorry&#8221; lu yang lu pikir bisa lu pake buat balikin semua. Gue juga berharap kata &#8220;sorry&#8221; bisa seajaib itu. Seajaib Nutrisari. Nutrisari yang selalu menemani di kala air mata di pipi.</p>
<p>Entah kenapa nggak seajaib itu kalo gue yang bilang sorry. Shit abis.</p>
<p>Dan kalo lu kesel karena lu dateng dan berharap entry ini bikin lu ketawa, tapi ternyata malah baca curhatan,</p>
<h2><strong>SORRY!</strong></h2>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/08/15/tips-bermain-petasan/" title="Tips Bermain Petasan (Sunday, 15 August 2010)">Tips Bermain Petasan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m Not Einstein!</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 19:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ironis]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Glen : Eh yos. Gue lagi ada masalah nih. Yosu: Sama? Glen: Sama si itu. Yosu: Itu sapa? Glen: ITUU. Masa nggak tau? Yosu: Iya, nggak tau. Brad: Kok nggak tau sih? Sasha aja tau! Yosu: Ya gue bukan Sasha. Brad: Itu yang sahabat karibnya barusan aborsi. Yosu: Siapa yang barusan aborsi? Brad: ITUU. Ah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800000;"><strong>Glen :</strong></span> Eh yos. Gue lagi ada masalah nih.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Sama?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Glen:</strong></span> Sama si itu.<br />
<strong><span style="color: #800000;">Yosu:</span></strong> Itu sapa?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Glen:</strong></span> ITUU. Masa nggak tau?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Iya, nggak tau.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Brad:</strong></span> Kok nggak tau sih? Sasha aja tau!<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Ya gue bukan Sasha.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Brad:</strong></span> Itu yang sahabat karibnya barusan aborsi.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Siapa yang barusan aborsi?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Brad:</strong></span> ITUU. Ah parah lo masa nggak tau.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Ya emang gue nggak tau. Kasih clue.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Glen:</strong></span> Pacarnya anak DPR. Yang naik BMW.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Hah? Siapa anak DPR? Cowok apa cewek?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Jay:</strong></span> Cewek! Jadi yang aborsi tu cowok. YA COWOK LAHH.<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Oh. Ya kayaknya gue tau. <em>*Sebenernya nggak tau, cuma ya udahlah, daripada lama.*</em><br />
<span style="color: #800000;"><strong>Glen</strong><strong>:</strong></span> Nah iya, itu. Gue bermasalah dengan ini nih. Jadi kan bla bla bla, yada yada yada, badabing badabong, kadaching kadachong, kaboom!<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Itu kan masuk klaim asuransi? Ada di klausa paling akhir? Yang gue suruh tambah?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Glen</strong><strong>:</strong></span> YOSUA! YOU ARE SO GENIUS!! Gue seneng banget bisa punya temen yang tau banyak kayak lo!<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Yosu:</strong></span> Hm. Jadi. Tadi. Siapa yang aborsi?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Mereka</strong><strong>:</strong></span> <em>*hilang bersama angin*</em></p>
<h1>Why does everyone insist that I know everything?</h1>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/18/2012/" title="2012 (Wednesday, 18 November 2009)">2012</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Je t&#8217;adore!</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/10/23/je-tadore/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/10/23/je-tadore/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 20:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prose]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Aku menabrak raut wajahmu di sela-sela patung gerabah di sepanjang sisi Tuileries. Dan di foto-foto keluarga di sisi La Défense. Dalam espresso hangat yang kutenggak dua minggu belakangan. Dan di sepanjang doa di bangku kayu gereja. Bila aku Katolik, kau adalah Maria. &#8212; Paris, musim gugur Jangan menatapku seperti itu. Aku tak tahu apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku menabrak raut wajahmu di sela-sela patung gerabah di sepanjang sisi Tuileries. Dan di foto-foto keluarga di sisi La Défense. Dalam espresso hangat yang kutenggak dua minggu belakangan. Dan di sepanjang doa di bangku kayu gereja.</em></p>
<p><em>Bila aku Katolik, kau adalah Maria.</em></p>
<p>&#8212;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<h2><span style="color: #800000;">Paris, musim gugur</span></h2>
<p>Jangan menatapku seperti itu. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan padamu. Apa begitu saja harus kukatakan aku memilihmu karena aku kesepian? Tapi bukankah itu hakikatnya cinta? Kebohongan dan tipu muslihat penampilan? Meletakkan kata-kata yang entah dicuri dari mana di kartu warna merah muda? Made in Montmartre. One way ticket to an eventful night at bed.</p>
<p>Mungkin aku salah, tapi yang pasti itu yang kupelajari dua tahun terakhir bersama mantan pacarku. Kau ingat? Aku mengenalkannya padamu di dekat Montmartre. Wanita lembut penuh senyum yang kau kagumi itu. Ia menerima ku dengan alasan yang begitu mulia, seakan kami adalah tokoh kecil dalam permainan waktu: ia ingin berpacaran sebelum dua puluh. Haruskah aku bersyukur bertemu dengannya di umur sembilan belas? Sekarang mungkin kau sudah mempelajari sesuatu yang baru, penuh senyum tak berarti tulus.</p>
<p><span id="more-210"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 408px"><img class="center" title="Montmartre - Hill of The Martyr" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/398px-montmartre_jms.jpg" alt="" width="398" height="599" /><p class="wp-caption-text">Montmartre - Hill of The Martyr</p></div>
<p>Ia menikam punggungku bulan lalu, di malam ulang tahunku. Tiga kali. Dengan pemecah es. Dua tahun terapi menungguku untuk hadiah ulang tahunnya: kerusakan otot belikat dan tulang bahu. Seumur hidupku, belum pernah aku mendapat hadiah seperti itu. Kini selamanya ia pergi. Entah ke mana. Tujuan hidupku: cinta dan tennis, kini menguap bersama bayangnya, berkelebat di sela daun-daun musim gugur. Umurku dua puluh lima, tapi hidupku kini cuma kertas kosong.</p>
<p>Lalu bila aku mengingat seorang sahabat. Sahabat sepermainan masa kecil di pondok-pondok jerami kakek di pinggiran Paris. Sahabat yang juga jatuh cinta padamu. Atau mungkin juga tidak. Mungkin aku hanya berkhayal di balik ketakutanku mendekatimu di sela panen bunga matahari musim semi ini.  Tapi bukan tanpa alasan aku berpikiran demikian. Aku melihat gerak geriknya. Petani miskin itu. Bermain dengan celemek dapurmu, membantumu membuat panekuk-panekuk hangat untuk para pekerja. Aku bersumpah ia hampir menciummu di sela tepung-tepung gandum dan gula pasir.</p>
<p>Dan aku bersyukur aku tidak menghantamnya dengan sekop saat itu juga.</p>
<p>Ayahnya berhutang banyak padaku dan aku tidak ingin memberinya alasan untuk impas dengan mengambil nyawa anaknya. Hutangnya jauh lebih bernilai dibanding nyawa petani muda yang berpikir bisa menang bersaing dengan anak bangsawan Versailles yang akan mewarisi La moncte tahun depan.</p>
<p>Ah sayangku, kita cuma pion-pion kecil. Dalam sebuah permainan kejam lainnya yang bernama reproduksi. Kenapa aku tertarik padamu? Kenapa dia tertarik padamu? Dan seakan hidup masih kurang rumit untuk dijalani, kenapa kau tidak tertarik pada siapa pun di antara kami?</p>
<p>Tatap mataku dan berpikirlah sejenak. Hitung luas ladang ayah yang akan jadi milikmu. HItung jumlah petani yang akan bekerja padamu. Bayangkan dirimu tenggelam dalam mawar, aku bisa menguburmu setiap hari. Aku bisa berikan semua itu. Setiap hari. Dan aku masih akan tetap kaya. Bayangkan aku, tubuh muda ku. Bayangkan aku menyelusup ke balik selimutmu, merangkulmu hingga matahari datang dan mencumbumu di pagi hari. Begitu hebat sehingga kau akan kesulitan berjalan tegak hingga esok hari. Dan aku bisa melakukannya setiap hari selama puluhan tahun ke depan, aku masih dua puluh lima.</p>
<p>Aku bisa berikan semua itu. Aku bisa.</p>
<p>Segera setelah kita berciuman di altar Notre Dame.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-dsc00733_notre_dame_paris_from_east.jpg"><img class="center" title="Notre Dame Cathedral" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-dsc00733_notre_dame_paris_from_east-700x525.jpg" alt="" width="450" /></a><p class="wp-caption-text">Notre Dame Cathedral</p></div>
<p>Jadi kembali sekarang. Aku sudah menghabiskan banyak waktu mengejarmu kemari. Bersumpahlah kau tak akan lari lagi. Aku menunggumu di altar tapi kau tak pernah datang. Satu-satunya alasan tak ada yang mengejekku adalah karena semua tamu hidup dari kantong ayahku. Kau memang sudah memilih, tapi kau masih bisa memilih kembali, khusus untuk kesempatan ini. Karena aku adalah pria dewasa keturunan bangsawan yang menghormati pilihan hidup orang lain. Aku akan menghormati apa pun pilihanmu. Jadi mari, ambil tanganku dan kita beranjak pergi&#8230;</p>
<p>&#8230;atau petani muda ini mati.</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/" title="Magic Word: Sorry (Friday, 30 January 2009)">Magic Word: Sorry</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/" title="I&#8217;m Not Einstein! (Wednesday, 19 November 2008)">I&#8217;m Not Einstein!</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/10/06/saint-petersburg-part-1/" title="Saint Petersburg (Monday, 6 October 2008)">Saint Petersburg</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/08/12/semua-orang-melankolis-part2/" title="Semua Orang Melankolis? -part.2 (Tuesday, 12 August 2008)">Semua Orang Melankolis? -part.2</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/" title="Yami-Yami, Teknologi Masa Kini (Wednesday, 2 July 2008)">Yami-Yami, Teknologi Masa Kini</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/10/23/je-tadore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saint Petersburg</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/10/06/saint-petersburg-part-1/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/10/06/saint-petersburg-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 20:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prose]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;dan pinggulmu yang putih keramik, betapa aku ingin meninggalkan tanda di sana. Untuk ditemukan pria lain, agar mereka tahu, ada yang sudah tiba lebih dahulu. Jauh sebelum mereka membelikan mawar-mawar merah kesukaanmu. Mawar-mawar murah di sepanjang Kunstkamera yang penuh kedustaan dan akan layu esok hari. Atau keriap-keriap kecil dari berlian etalase yang kau sapa setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8230;dan pinggulmu yang putih keramik, betapa aku ingin meninggalkan tanda di sana. Untuk ditemukan pria lain, agar mereka tahu, ada yang sudah tiba lebih dahulu. Jauh sebelum mereka membelikan mawar-mawar merah kesukaanmu. Mawar-mawar murah di sepanjang Kunstkamera yang penuh kedustaan dan akan layu esok hari. Atau keriap-keriap kecil dari berlian etalase yang kau sapa setiap berangkat kerja. Anak-anak terhilang, katamu. Terlahir untuk pulang padamu.</em></p>
<p><em>Ya, tentu. Akan kupulangkan padamu.<br />
Akan kupulangkan padamu di sela makan malam mahal di Smolenka.<br />
Anak domba panggang. Kesukaanmu. Dan dua botol Margaux.</em></p>
<p><em>&#8230;bila kau menikah denganku.</em></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-neva_vasilyevsky.jpg"><img class="center" title="Kunstkamera" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-neva_vasilyevsky-700x525.jpg" alt="" width="450" /></a><p class="wp-caption-text">Kunstkamera</p></div>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p><strong>&#8211; Saint Petersburg, subuh menjelang.</strong></p>
<p>Aku kehabisan waktu. Subuh menjelang, matahari datang. Bau ikan sudah menerjang, di sela teriakan mandor pelabuhan. Dan aku masih terjaga. Dua botol Beaujolais dan dua bungkus Winton. Tinggal segelas dan puntung yang baru saja kulempar keluar jendela. Aku tidak punya banyak waktu.</p>
<p>Ini hari pernikahanmu. Pilihanmu luar biasa, katedral Saint Isaac. Ternyata kau memperhatikan saat aku meracau tentang betapa aku ingin menikahimu di sana. Ini ironi yang luar biasa. Mungkin kau lebih pintar menyindir dari aku.</p>
<p>Dan aku masih belum tahu bagaimana aku akan merusak acaramu hari ini. Mungkin aku akan sekadar datang dan berteriak-teriak saja. Tapi tentang apa? Oh. Mungkin tentang keperawananmu, yang kau bilang pada orang tuamu telah hilang karena kecelakaan di kelas aerobik sore dekat Sosnovka. Bila mengingat saat rahasia itu hampir terucap di makan malam Natal, aku rasanya ingin sekali menikmati raut wajah orang tuamu saat kubeberkan apa yang kuajarkan pada anak gadis mereka di malam perayaan Thanksgiving. Tapi mungkin mereka sudah tahu, dan aku akan terlihat begitu bodoh berteriak-teriak membanggakan diri tentang siapa yang merenggut keperawananmu.</p>
<p>Shit. What am I doing. Aku kehabisan gelas Beaujolais terakhirku. Dan aku tak bisa berpikir jernih tanpa alkohol. This is not productive. I&#8217;m creative. Think of something. Remember, I&#8217;m good at this. I deserve to be entitled for sarcasm.</p>
<p>Mungkin aku tidak perlu fokus padamu. Think of Leonid. Leonid Bronevitsky! Leonid sahabat terbaikku. Ya, Leonid yang sama dengan Leonid kecil yang menendang kemaluanku di hari ulang tahunku yang ketujuh. Aku berguling-guling di tanah dan untuk pertama kalinya menyebut Tuhan dengan serius. Kupikir aku akan mati saat itu juga. Leonid kecil sukses merusak pesta yang sepanjang hari disiapkan ayah di Sosnovka. Ya, Leonid!</p>
<p>Entah berapa bagian dari hidup kami habis hanya untuk tertawa bersama. Kami bahkan minum dari botol bir yang sama dan mencicipi seks dari pelacur yang sama. Cuma Leonid orang yang cukup sinting untuk mau bersama menemaniku mencoba terjun ke air Griboyedov pagi-pagi buta di musim dingin. Umur kami sebelas tahun dan aku sangat bersyukur kami menyimpan erat cerita tentang pengalaman pertama kami dengan alkohol malam itu. Aku masih ingat raut wajah ibunya saat tergopoh-gopoh datang ke rumah sakit. Yang akhirnya terkena stroke di ruang tunggu. Bila nelayan pincang itu tidak melintas, kita mungkin selamanya akan jadi sahabat, mati beku bersama di dasar Griboyedov.</p>
<p><em>Dan aku tak perlu membenci kalian.</em></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-griboyedov_canal_2.jpg"><img class="center" title="Griboyedov Canal" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/10/800px-griboyedov_canal_2-700x525.jpg" alt="" width="450" /></a><p class="wp-caption-text">Griboyedov Canal</p></div>
<p>Aku tidak akan pernah tahu sejak kapan ia menyukaimu. Leonid Bronevitsky dan harta warisannya. Aku juga tak akan pernah tahu mana yang lebih dahulu menarik perhatianmu.</p>
<p>Wanita dan rasa aman. Aman dari kelaparan maksudmu? Aku bisa memberimu makan. Itu yang kulakukan setiap kita makan siang di kedai roti sepanjang tepi Sosnovka, aku membayarimu makan. Tapi ya, aku memang tak bisa memberimu berlian. Lebih banyak dari yang Leonid bisa berikan. Tapi aku bisa mencumbumu di apartemen murahku di samping pelabuhan. Bukankah itu makna cinta kita dua tahun terakhir? Berbagi seks hebat dan sebotol anggur kelas dua? Bisakah Leonid memberimu orgasme yang sama? Tiga kali setiap malam?</p>
<p>Tapi itu sudah tak penting lagi. Yang penting sekarang adalah beranjak, mendahului matahari ke katedral dan berpikir di sepanjang jalan. Tentang pria macam apa yang akan aku sodorkan saat aku menendang pintu dan bayanganku jatuh di wajah terkejutmu.</p>
<p>Ya. Macabre bayangku di wajah terkejutmu.<br />
Bersiaplah, sayangku. Aku antarkan ke depan altarmu.<br />
Anggap hadiah pernikahanmu.</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/" title="Magic Word: Sorry (Friday, 30 January 2009)">Magic Word: Sorry</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/" title="I&#8217;m Not Einstein! (Wednesday, 19 November 2008)">I&#8217;m Not Einstein!</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/10/23/je-tadore/" title="Je t&#8217;adore! (Thursday, 23 October 2008)">Je t&#8217;adore!</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/08/12/semua-orang-melankolis-part2/" title="Semua Orang Melankolis? -part.2 (Tuesday, 12 August 2008)">Semua Orang Melankolis? -part.2</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/" title="Yami-Yami, Teknologi Masa Kini (Wednesday, 2 July 2008)">Yami-Yami, Teknologi Masa Kini</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/10/06/saint-petersburg-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua Orang Melankolis? -part.2</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/08/12/semua-orang-melankolis-part2/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/08/12/semua-orang-melankolis-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 16:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[satire]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[melankolis]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya ada banyak cara buat melihat apakah lu itu cuma melankolis kambuhan atau memang melankolis kronis. Misalnya, kapan aja lu merasa bahwa lu melan? Waktu sedih? Waktu dimarahin orang? Waktu berebut giliran ngambil KMK? Berikut ini gue ceritain apa aja yang udah gue alami terlahir sebagai melankolis (artinya, gue nggak lagi melankolis, tapi emang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya ada banyak cara buat melihat apakah lu itu cuma melankolis kambuhan atau memang melankolis kronis. Misalnya, kapan aja lu merasa bahwa lu melan? Waktu sedih? Waktu dimarahin orang? Waktu berebut giliran ngambil KMK? Berikut ini gue ceritain apa aja yang udah gue alami terlahir sebagai melankolis (artinya, gue nggak lagi melankolis, tapi emang dari lahir!).</p>
<p>Perlu lu tau, hampir semuanya adalah <span style="text-decoration: underline;">konyol</span> dan <span style="text-decoration: underline;">nggak patut dijadikan teladan</span>, jadi gue nggak begitu bangga harus terlahir sebagai melankolis. Makanya gue selalu bingung kenapa semua orang mau jadi melankolis&#8230;</p>
<p><span id="more-149"></span></p>
<h3><span style="color: #800000;">1. Walau gue Antisosial&#8230;</span></h3>
<p>Ada rentang umur di dalam kehidupan gue di mana gue nggak punya teman. Kalo nggak salah di antara umur 6-14an tahun. Tapi gue selalu punya dalih bahwa gue punya &#8220;sahabat&#8221;. Maksudnya sahabat = segelintir teman yang gue punya itu. Gue nggak melihat ada tujuan mulia dan jawaban yang benar dari pertanyaan: Kenapa gue harus punya teman kalo gue nyaman sendirian? Jadi kenapa gue harus punya banyak temen?</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="center" title="Nggak ada yang mo duduk bareng gue..." src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/08/dsc01001_edit_edit.jpg" alt="" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">Nggak ada yang mo duduk bareng gue...</p></div>
<h3><span style="color: #800000;">2. &#8230;tapi gue adalah pusat dunia</span></h3>
<p>Juga pernah ada masa di mana semua hal yang terjadi di bumi, adalah *pasti* karena gue. Dia menangis, pasti gara-gara tulisan gue. Dia tersenyum, pasti karena potongan rambut baru gue. Mereka kok diemin gue, pasti gara-gara salah ngomong kemaren. Kami gagal pasti gara-gara kelemahan gue. Bahkan terakhir-terakhir, bulan hari ini purnama karena gue dimarahin mama. Keren kan jadi orang melankolis.</p>
<p>Tapi biasanya orang sudah tahu soal yang di atas. Soal orang melankolis yang menjadi pusat dunia tuh basi abis! Tau apa yang baru? Orang melankolis yang <span style="text-decoration: underline;">berusaha</span> menjadi pusat dunia, itu baru fresh. Ternyata dia menangis bukan karena gue! Next time akan karena gue. Kalo pun nggak berhasil, gua akan buat seakan-akan karena gue. Melalui percakapan tersirat, tulisan-tulisan di blog, tingkah laku yang mejurus, air mata palsu, apa pun lah sesuai tingkat kreativitas gue. Dan semoga ada yang menyadari dan menyebarkan ke teman-teman yang lain. Bohoo, aku memang genius!</p>
<h3><span style="color: #800000;">3. dan dunia menolak gue karenanya<br />
</span></h3>
<blockquote><p>Nggak ada yang sayang gue. Cuma &lt;isi sendiri&gt; yang mengerti gue.</p></blockquote>
<p>Sering denger? Sinting ye. Dua milyar manusia di bumi dan nggak ada satu pun yang sayang gue! Lha orang tua kan sayang? <em>*Wajar mereka sayang, karena mereka orang tua gue*</em>. Lha adek lu kan sayang? <em>*Wajar mereka sayang, karena mereka adek gue*</em>. Lha sahabat lu kan sayang? <em>*Wajar mereka sayang, karena mereka sahabat gue*</em>. Lha terus di mana bagian yang: <strong>NGGAK ADA yang sayang gue</strong>?</p>
<p><em>Pokoknya cuma &lt;isi sendiri&gt; yang mengerti gue!</em></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="center" title="Cuma Kuma yang mengerti gue!" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/08/dsc00269_r.jpg" alt="" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">Cuma Kuma yang mengerti gue!</p></div>
<p>Kalo inget lagi masa-masa itu, gue harus bersyukur bagian &lt;isi sendiri&gt; dulu gue isi dengan kata &#8220;teknologi&#8221;. Setiap hari gue isi dengan teknologi. Gue berteman dengan komputer, VCD player, radio tape, televisi, playstation, mobile phone, internet sampe kulkas di dapur. Ada masa di mana kalo barang elektronik di rumah gue ngadat ato entah harus teken tombol apa, nama gue yang berkumandang. Setiap barang elektronik baru di rumah gue harus lewat masa orientasi bareng gue dulu sebelum boleh berfungsi di rumah gue. Emang cuma teknologi yang mengerti gue. <em>*freak*</em></p>
<p>Orang lain yang kini tertawa bareng dengen gue ada yang isi dengan: melukis, programming, musik, sastra, dll. Tapi nggak banyak yang bisa sebersyukur gue dan temen-temen. Banyak juga temen-temen gue yang isi dengan kata putau, RF, dota, pacar gue di band, suami orang yang melihara gue atau uang.</p>
<p>Tapi apa pun &lt;isi sendiri&gt; lu, pernah nggak berpikir bahwa kalimat yang sebenernya adalah:</p>
<blockquote><p>Gue nggak mau sayang siapa pun dan gue nggak mau perduli kalo ada yang sayang gue. Gue cuma sayang &lt;isi sendiri&gt;.</p></blockquote>
<h3><span style="color: #800000;">4. Walau gue nggak punya apa-apa buat dibanggain&#8230;</span></h3>
<ul>
<li>Potongan rambut gue nggak populer.</li>
<li>Muka gue nggak ganteng.</li>
<li>Potongan celana gue nggak up-to-date.</li>
<li>Gue masih pake tas MIMEO, model lama abis!</li>
<li>Lingkaran persahabatan gue sesama orang error.</li>
<li>Gue nggak pantas buat deketin Venni, the Most Wanted Girl in class.</li>
<li>&lt;kalimat ekstra kalo mood lagi jelek&gt;</li>
</ul>
<p>Mungkin buat lu berlebihan, tapi dulu setiap pergi ke sekolah gue selalu sebut kata-kata di atas. Kalo gue liat-liat lagi foto ke belakang, betul sih gue emang punya potongan rambut yang geek abis, pake celana yang biasa-biasa aja dan memang gue blom pantas buat deketin Venni, walau ternyata bisa jadi kenangan masa sekolah yang keren abis. <em>*she changed my entire life*</em></p>
<p>Semuanya bisa terjadi karena pertama, <span style="text-decoration: underline;">gue aminin kata-kata tersebut</span> dan kedua, <span style="text-decoration: underline;">gue nggak berusaha berubah</span>. Gue bahkan berusaha agar orang-orang juga berpikiran sama tentang gue, bahwa gue jelek, potongan rambut gue kuno abis, baju gue nggak fashionable, lengkap dengan penutup: Plis percaya aja, gue jelek. Padahal buat memperbaiki rambut gue tinggal dipangkas pendek, voila, semua selesai. Buat memperbaiki jerawat gue tinggal pake <a title="Batubara ajaib??!" href="http://blog.yosua.net/2008/08/09/grwsoi/" target="_blank">batubara ajaib</a>. Tapi gue dulu lebih suka berkubang di pernyataan konyol gue setiap hari dan berharap orang mau mengerti bahwa, emang begitulah gue.</p>
<h3><span style="color: #800000;">5. &#8230;gue terlahir istimewa</span></h3>
<p>Gue selalu percaya bahwa gue terlahir unik. Bahwa gue spesial dan nggak ada yang tingkatnya bahkan deket sama tingkat gue. Pada awalnya gue blom tau apa keunikan gue. Mungkin telekinesis, mungkin telepathy, munkin clairvoyance, atau extra-intelligence, apa pun lah yang pasti berhubungan dengan pikiran karena pertama, gue suka berpikir dan kedua, fisik gue lemah.</p>
<p>Seiring waktu berjalan, gue akhirnya ngerti apa special ability gue! Yaitu berpikir paralel. Keren kan, selagi di sekolah dan memperhatikan penjelasan tentang gaya gerak listrik dan hukum Lorentz <em>*gue masih inget sampe sekarang, artinya emang bener gue merhatiin*</em>, gue bisa juga konsentrasi merhatiin apa yang sedang cewek di sebelah meja gue lakuin. Dan sembari gue mikirin apa tindakan yang harus diingat buat bahan pembicaraan di telpon ntar malem, kapan pun gue disuruh maju buat pake rumus F=b * v, gue siap.</p>
<p>I think that&#8217;s kinda stupid. Kalo lu adalah salah satu orang yang percaya bahwa lu bisa berpikir paralel, percaya deh, lu salah. Lu cuma <span style="text-decoration: underline;">sedang nggak suka buat fokus</span> tentang apa yang ada di depan lu, lalu berpikir tentang yang lain, dan voila, lu pikir lu sedang berpikir paralel. But you&#8217;re not. Otak lu cuma ganti-ganti fokus utama dan itu namanya serial, yang dalam bahasa indonesia artinya: cara pikir semua orang. You&#8217;re not special. At all.</p>
<p>Over time, you know what. Gue rasa keistimewaan gue adalah gue bisa nyindir orang sampe sakit hati tapi tetep dengan muka yang biasa-biasa aja.</p>
<h3><span style="color: #800000;">6. Walau gue sakit jiwa&#8230;</span></h3>
<p>Di masa-masa pas gue SD, berada di perpustakaan jauh lebih damai buat gue dibanding makan di kantin, walaupun bukan pake duit gue. Gue membaca banyak buku tebal yang raknya nggak pernah disamperin bahkan oleh guru sekalipun, yaitu rak: psikologi, sejarah dunia dan umm, sejarah psikologi dunia. Dan dari semua yang udah gue baca, ada satu hal yang bener-bener menarik buat gue: schizophrenia.</p>
<p>Schizophrenia adalah penyakit kejiwaan yang terus menghantui sejarah dunia. Sifat utama penderita schizo adalah nggak bisa membedakan fantasi dan kenyataan. Ciri utama lainnya adalah thought disorder, blunt emotion, long term motionless (sejenis sok cool, tapi dengan durasi lebih lama) dan social isolation. Waktu baca tentang schizo gue tersentak dan bilang: <strong>Gue banget kan!</strong></p>
<blockquote><p>Yess, bohooo! Gue schizophrenia!</p></blockquote>
<p>Hmm, gue nggak begitu tau kenapa gue bangga, tapi yang jelas gue schizo. And that sounded cool, gue satu-satunya murid di sekolah gue yang bisa mengeja &#8220;Schizophrenia&#8221;. Koreksi, gue satu-satunya orang yang bisa.</p>
<p>Gue bahkan berusaha membuat orang percaya bahwa gue schizo. Waktu gue gagal total deketin seorang cewek di gereja gue, gue masih sempet menarik simpati dengan berusaha membuat dia percaya bahwa gue schizo. Hmm tapi sekarang gue baru sadar, dulu dia tau apa nggak yah schizophrenia itu apa.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="center" title="Suster sanguinis dan pasien melankolis" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/08/dsc00720_r.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Suster sanguinis dan pasien melankolis</p></div>
<h3><span style="color: #800000;">7. &#8230;gue jago baca pikiran orang</span></h3>
<p>Gue bisa membaca isi pikiran orang dan apa pun yang dia pikirin, gue layanin!</p>
<p>Misalnya, suatu hari gue jalan dengan kerennya di Hj. senin dan berpapasan dengan seorang cewek. Cewek itu tiba-tiba merunduk begitu ngeliat gue. Hmm, <em>gue tau</em> dia pasti nggak PD dan langsung ngecek apakah pakaiannya udah pantas buat bisa berpapasan dengan gue yang keren ini. Susah yah, cantik-cantik kok nggak PD. Mendingan gue dong, nggak cakep tapi PD abis.</p>
<p>Terus ada pasangan mesra mo papasan ama gue. Cowoknya langsung ngegandeng erat-erat ceweknya! <em>Gue tau</em> dia kepengen gue tau bahwa itu pacarnya&#8230; oke, oke. Eh, tu cowok merunduk ngecek pakaiannya! Hahaha, hopeless deh lu! Pegang erat cewek lu pas papasan ama gue, jangan sampe dia noleh. Susah yah, dah punya cewek cantik gitu ternyata cowoknya nggak PD. Mendingan gue dong.</p>
<p>Terus ada cowok keren pake baju yang keren dan sebenernya kalo ditotal-total, nilai dia lebih keren dari gue. Dia ngeliat gue dan gue ngeliat dia. <em>Gue tau</em> dia pasti menunggu saat-saat di mana gue merunduk, tapi gue nggak akan! Dan ternyata dia juga cukup kuat buat nggak merunduk ngecek pakaiannya. Dan dia makin dekat, dan dia makin dekat, dannnnnn, kami berpapasan tanpa ada yang merunduk. Benar-benar lawan yang seimbang. Sampai jumpa lagi di pertarungan kita yang berikutnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="center" title="Baca pikiran: Mereka pasti iri sama kerennya gue." src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/08/img_0121_r1.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Baca pikiran: Mereka pasti iri sama kerennya gue.</p></div>
<p>Dan semuanya terjadi tanpa kata-kata yang terucap. Hebat kan <em>gue selalu tau</em>. Lu juga begitu? Malu nggak jadi orang melan? Dan lu nggak usah gitu deh mukanya! Sekarang gue nggak pernah lagi nebak-nebak isi pikiran orang! <em>*lah barusan apaan?*</em> SHADDUP!</p>
<h3><span style="color: #800000;">8. Hidup gue paling miserable&#8230;</span></h3>
<p>Mo kota kelahiran lu dilanda perang kek, mo negara lu dikuasai diktator kek, mo seisi kota lu dikuasai alien kek, mo apa pun kek, nggak ada hidup yang lebih miserable dari hidup gue. Gue hidup di neraka sementara orang lain bahagia naik Honda CBR 150. Gue tiap hari denger musik instrumental New Age sementara orang lain bahagia denger Justin Timberlake.</p>
<p>Lu nggak perlu tau apa detailnya lah kenapa hidup gue miserable, pokoknya miserable. Lagipula gue nggak mau ceritain ke orang. Dan apa pun usaha lu buat memperbaiki hidup gue, lu nggak akan berhasil karena&#8230; <em>*nah ini dia bagian favorit gue*</em></p>
<blockquote><p>Lu nggak tau apa rasanya hidup jadi gue!</p></blockquote>
<h3><span style="color: #800000;">9. &#8230;jadi hujani gue dengan simpati</span></h3>
<p>Walaupun gue nggak pernah cerita sendiri tentang masalah-masalah gue, lu semua harusnya tau bahwa gue selalu punya masalah, karena hidup gue miserable. Jadi temenin gue, ajak gue bahagia, bawa gue ke mall bareng-bareng, ajak gue makan, komentarin status gue di <a title="APA ITU YAMI-YAMI?!!" href="http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/" target="_blank">Yami-Yami</a>, kunjungin blog gue, dll. Tapi jangan harap gue bergerak duluan, karena gue ada di posisi orang yang menderita. Lagi pula gue udah melakukan berbagai tindakan yang tersirat baik melalui kata-kata ataupun tindakan ataupun status di Yami-Yami. Berhubung gue ngerti apa yang tersirat, harusnya kalian juga ngerti, walau pake siratan tipe gue.</p>
<p>Jadi kalian lah yang gerak duluan entar gue memutuskan apakah gue akan merespon atau tetap merudung dalam kesedihan gue. Gue bahkan nggak tau apa itu &#8220;merudung&#8221;, cuma kayaknya tu kata sedih aja dan gue akan keliatan lebih pintar menggunakan kosakata yang orang lain nggak pernah denger.</p>
<h3><span style="color: #800000;">10. Karena gue melankolis.</span></h3>
<p>Dan jangan pernah lupa bahwa gue melankolis. Biar kalian nggak lupa, gue akan sebut terus kapan pun ada kesempatan. Walau pun kalian tau gue melankolis, gue akan terus ingetin. Biar kalo ada satu orang sebut melankolis, nama gue terbayang. Misalnya :</p>
<ul>
<li>Berhubung gue melankolis, maka&#8230;</li>
<li>Gue sih nggak kepengen gitu. Tapi otak melankolis gue&#8230;</li>
<li>Ya lu tau lah orang melankolis kayak gue bakal apa&#8230;</li>
<li>Gaya gerak listrik kadang-kadang melankolis&#8230;</li>
<li>Iya Pak, saya tau yang ini termasuk elektron yang melankolis&#8230;</li>
<li>Nasi goreng hari ini melankolis banget&#8230;</li>
<li>Semua orang melankolis nyebelin!</li>
<li>Lu sebenernya bukan melankolis!<em><br />
</em></li>
</ul>
<p>Kalo lu melankolis sejati, lu pernah atau sedang alami semuanya. Dan masih, kalo lu melankolis sejati, lu akan tertawain semuanya sekarang atau suatu saat di masa depan. Orang-orang kayak gitu banyak berkumpul di sekitar gue sekarang dan gue kasih nama: kesembuhan melankolis <em>*artinya: kesembuhan yang dramatis &#8211; <a title="Melankolis = dramatis?" href="http://blog.yosua.net/2008/08/07/semua-orang-melankolis-part1/" target="_blank">karena semua yang melankolis adalah dramatis</a>*</em>. Kegiatan utama kami? Apa lagi kalo bukan menertawakan orang-orang melankolis yang belum sembuh! Berpikir parallel, yea right. <em>*ngakak guling-guling*</em></p>
<p>Buat yang belum sembuh, kapan mau sembuh? Nggak bosen minta simpati dari orang? Nggak bosen hidup ditopang toleransi orang? Lu tau nggak sih orang-orang baik di luar sana tuh capek buat menjaga diri dan perkataan biar lu nggak merudung di sudut ruangan dengan muka spesial lu itu. Fakta bahwa mereka menjaga diri dan perkataan udah nunjukkin banget bahwa mereka tu baik, tapi lu malah melihat mereka sebagai sumur simpati. Dan tau nggak apa bagian yang paling parah? Gue ngetawain lu tiap hari! <em>*ngakak guling-guling*</em> Oh dan satu lagi. Kalo lu pikir gue nulis ini khusus buat lu seorang&#8230; <em>*ngakak guling-guling*</em> ah lu tau lah, dunia berputar karena lu, nggak mungkin gue tulis ini buat orang lain kan.</p>
<p>Dan buat lu yang bahkan nggak pernah ngalamin satu pun, malu dong ngaku melan! Orang-orang kayak kalian ini yang bikin nama melankolis rusak. Kalian bahkan nggak punya niat buat ngetik kata melankolis secara lengkap! Saran gue, kalo lu bikin salah ato orang bikin salah sama lu, coba pikirin kata yang lain yang lebih keren dari melankolis. Misalnya, &#8220;Iye sori gue bentak lu. Maklum lagi Teletubbies.&#8221; Gue pasti akan langsung maafin lu. Suer. Janji. Nggak boong. Beneran. Coba geh.</p>
<p>Dan terakhir, malu nggak kalian? Ternyata orang melankolis yang suka bersedih membuat orang tertawa lebih banyak dibanding kalian yang bukan melankolis.</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/08/15/tips-bermain-petasan/" title="Tips Bermain Petasan (Sunday, 15 August 2010)">Tips Bermain Petasan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/08/12/semua-orang-melankolis-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yami-Yami, Teknologi Masa Kini</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 13:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di rumah kecil di Palembang, Yosu : Hen, ni HP bisa GPRS kagak? Hena* : Nggak bisa. Harus ngaktifin yami yami dulu. (hening lama) Yosu :Yami yami? Hena : Iya, yami yami. Masa koko nggak tau yami yami, udik amat padahal tinggal di Jakarta! Yosu : Ya maap. Gue merasa sedih sekali. Gue [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari di rumah kecil di Palembang,</p>
<p><strong>Yosu</strong> : Hen, ni HP bisa GPRS kagak?<br />
<span style="color: #800000;"><strong>Hena*</strong></span> : Nggak bisa. Harus ngaktifin yami yami dulu.</p>
<p>(hening lama)<br />
<strong>Yosu</strong> :Yami yami?<br />
<strong>Hena</strong> : Iya, yami yami. Masa koko nggak tau yami yami, <strong>udik amat padahal tinggal di Jakarta!</strong><br />
<strong>Yosu</strong> : Ya maap.</p>
<p>Gue merasa sedih sekali. Gue sangat suka teknologi dan perkembangannya. Gue paling cinta pada dunia komputer. Gue tergila-gila pada dunia komputer! Tapi hari ini adek gue yang kelas 8 SMP, lebih tahu dunia selular dibanding gue dan dengan mudahnya bilang gue udik! APA ITU YAMI YAMI? <strong>WHAT THE HELL IS YAMI YAMI?!!</strong></p>
<p>(hening lama)<br />
<strong>Yosu</strong> : &#8230;eh Hen, maksudnya <strong><span style="color: #993300;">Ye eM**</span></strong>?<br />
<strong>Hena</strong> : Iya, itu.</p>
<p>Untung lu adek gue&#8230;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 390px"><img class="center" title="Hena Naomi, wanita jenius penemu Yami-yami." src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/07/happy_family.jpg" alt="" width="380" height="432" /><p class="wp-caption-text">Hena Naomi, wanita jenius penemu Yami-yami.</p></div>
<p><span style="color: #800000;">*Hena = adek gue.</span><br />
<span style="color: #800000;">**Sapa tau lu hidup di gua. YM = Yahoo Messenger</span></p>
<p>PS : Gue lagi liburan panjang di Palembang.</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/08/15/tips-bermain-petasan/" title="Tips Bermain Petasan (Sunday, 15 August 2010)">Tips Bermain Petasan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/09/aku-hujan/" title="Aku &#038; Hujan (Monday, 9 November 2009)">Aku &#038; Hujan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/06/aku-statistik/" title="Aku &#038; Statistik (Friday, 6 November 2009)">Aku &#038; Statistik</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/10/28/semuanya-untuk-kamu-hampir-semuanya/" title="Semuanya Untuk Kamu! *Hampir* Semuanya. (Wednesday, 28 October 2009)">Semuanya Untuk Kamu! *Hampir* Semuanya.</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/06/10/bahasa-melankolis/" title="Bahasa Melankolis (Wednesday, 10 June 2009)">Bahasa Melankolis</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/07/02/yami-yami-teknologi-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju 25 Tahun</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/05/15/menuju-25-tahun/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/05/15/menuju-25-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 03:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Gue lagi males nulis yang panjang-panjang, so I&#8217;ll keep this short. Kepengen tau gimana tampang gue kalo udah gede dan married? Ini dia. *LHO!!* Maap salah gambar. Ini dia gambar yang benernya. Ntu foto married papi mami hampir 25 tahun yang lalu. Bentar lagi gue balik buat ngerayain kawin perak dua orang paling berjasa dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gue lagi males nulis yang panjang-panjang, so I&#8217;ll keep this short.<br />
Kepengen tau gimana tampang gue kalo udah gede dan married? Ini dia.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><img class="center" title="Beauty and The Beast" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/05/dsc00534_filtered.jpg" alt="" width="420" height="315" /><p class="wp-caption-text">Beauty and The Beast</p></div>
<p><em>*LHO!!*</em> Maap salah gambar. Ini dia gambar yang benernya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><img class="center" title="Beauty and... and... and papi gue!" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/05/memory.jpg" alt="" width="420" height="304" /><p class="wp-caption-text">Beauty and... and... and papi gue!</p></div>
<p><span id="more-126"></span></p>
<p>Ntu foto married papi mami hampir 25 tahun yang lalu. Bentar lagi gue balik buat ngerayain kawin perak dua orang paling berjasa dalam hidup gue, Lady Di dan Prince Charles. <em>*LHO!*</em> Salah, maksud gue, papi mami gue.</p>
<p>Hampir dua puluh lima tahun berlalu, walau banyak yang sudah berubah, ada satu yang masih tetap. Yaitu rasa nggak abis pikir tentang : gimana caranya mami gue yang supercantik mau ama papi gue yang&#8230; yang&#8230; ah you know lah. Tar gue kualat. Dikutuk jadi keren kan gue pusing. Udah ganteng dikutuk jadi keren, kayak manis sepet ntar.</p>
<p>Mami dulu hidupnya glamor. Penuh pesta dan jalan-jalan bareng segabrek temen-temen cowok anak orang kaya yang punya mobil. Kalo wisata kuliner nggak pernah bayar, selalu ditraktir. Ke mana melangkah ke Bangka, semua kenal, anak Anis, orang ambon, wasit voli dan mantri Pangkal Pinang. Literally, pria-pria berebut buat ada di sekitar mami gue.</p>
<p>Lalu mami pindah ke Palembang dan pria itu datang ke dalam kehidupannya. Namanya Julio Iglesias. <em>*HEH?*</em> Gue nggak begitu tau papi kenalan pake nama apa sama cewek yang begitu berkilaunya, tapi gue rasa nggak bakal jauh dari : Andre Hehanusa.</p>
<p>Di sinilah titik di mana realita dunia tiba-tiba kacau. Wanita cantik itu jatuh cinta pada pria yang berkeliling kota dengan Vespa hijaunya. Vespa hijau. Bayangkan Vespa hijau. Buat gambaran Vespa hijau di dalam kepala kalian. Ada pria-pria dengan mobil mahal dan wanita itu memilih pria dengan Vespa hijau. Vespa hijau yang masih sempet gue naikin dan menjadi bagian dari pengalaman tak terlupakan pertama gue tentang gengsi papi yang super tinggi.</p>
<p>&#8230;dan lu pada pasti teng-toeng dengan perasaan yang berkecamuk kalo gue kasi tau ini : papi masih nyimpen semua surat waktu pacaran, dijilid dengan rapi, diarsip berurutan sesuai tanggal dan nama pengirim, dan tak lupa disembunyiin di rak bawah lemari. Lo masih punya nggak sms pertama masa pacaran lo?</p>
<p>Biarlah kita beranjak dengan pesan moral yang bisa diangkat dari perjalanan pernikahan ini : <strong>nggak perlu ganteng buat dapet istri yang cantik. Yang penting jago sarkasme.</strong></p>
<p>&#8230;oooh, dan gue jago banget!</p>
<p>Berhubung gue inget ada kalimat : &#8220;Gue lagi males nulis yang panjang-panjang, so I&#8217;ll keep this short&#8221;, maka gue akan selesaikan dengan buru-buru. Berikut adalah foto yang akan membuat kalian bertanya-tanya apa yang pengen gue jelasin ama lu pada, tapi jawaban itu nggak akan datang. Karena gue mo maen game. Ciao!</p>
<p><img class="center" title="Juara lomba sipit nasional" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/05/photo-0129.jpg" alt="" width="420" height="315" /></p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/11/yosua-onimaru/" title="Yosua Onimaru (Wednesday, 11 November 2009)">Yosua Onimaru</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/05/15/menuju-25-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku &amp; Acting</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/05/08/aku-acting/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/05/08/aku-acting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 06:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Kalo disuruh nulis sesuatu dengan judul &#8220;Aku &#38; (isi apa aja)&#8221;, gue bisa bikin ratusan bahkan ribuan. Ambil aja contoh : Aku &#38; Cabe Aku &#38; Perintah Lotus Pertamaku Aku &#38; Adik Perempuanku : Karate Itu Menyenangkan Aku &#38; Anak Anjing : Di Tengah Alergi Papi dan lain-lain yang naujubilah banyaknya. Tapi khusus untuk hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo disuruh nulis sesuatu dengan judul &#8220;Aku &amp; (isi apa aja)&#8221;, gue bisa bikin ratusan bahkan ribuan. Ambil aja contoh :</p>
<ul>
<li>Aku &amp; Cabe</li>
<li>Aku &amp; Perintah Lotus Pertamaku</li>
<li>Aku &amp; Adik Perempuanku : Karate Itu Menyenangkan</li>
<li>Aku &amp; Anak Anjing : Di Tengah Alergi Papi</li>
</ul>
<p>dan lain-lain yang naujubilah banyaknya. Tapi khusus untuk hari ini, gue kepengen nulis soal Aku &amp; Acting.</p>
<p>Gue suka banget acting! Acting pertama gue adalah pas drama natal sekolah waktu TK. Waktu itu gue berperan jadi peran yang paling dihindari semua anak lainnya, yaitu jadi domba. Halah! Mong-ngomong tau kan Yesus lahir di kandang di Betlehem, nah gue berperan jadi tempat minum kuda. HALAH! <em>*konsentrasi konsentrasi*</em> Yang bener gue berperan jadi malaikat. Acting banget kan gue, bayangin Michael jadi malaikat, kalo bukan acting apa tuh namanya.</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>Ceritanya waktu itu gue adalah penyelamat hari. Aneh kalo diterjemahin, ulang deh. Jadi ceritanya waktu itu gue adalah Saviour of The Day, karena nggak ada anak lain yang mau jadi malaikat. Kenapa kah? Apakah tuntutan representasi moral yang terlalu berat untuk dipikul? Ataukah realisasi akan hidup dan gambaran diri yang tiba-tiba datang menghantui? Ataukah rasa rendah diri dan kehinaan jiwa yang terlampau mengganjal di palung hati?</p>
<p><strong>Yos :</strong> &#8230;Michael.<br />
<strong> Mike :</strong> Oy.<br />
<strong> Yos :</strong> Mereka tuh anak TK&#8230;<br />
<strong> Mike :</strong> Lalu?<br />
<strong> Yos :</strong> Mang mereka udah bisa ngeja &#8220;realisasi&#8221;?<br />
<strong> Mike :</strong> &#8230;hmm. Lu dulu bisa!<br />
<strong> Yos :</strong> &#8230;hmm. Iya bener juga. Oke lanjut.</p>
<p>Usut punya usut, mereka nggak mau jadi malaikat karena malaikat yang satu lagi adalah cewek, namanya Sheilla Vania. Hebat kan gue masih inget. ID YMnya aja gue ada. Awalnya gue juga nggak mau, secara gue kalo dibandingin ama tuh anak cuma sebahunya. Itupun udah itung jambul. Malah kalo nggak salah udah hitung lingkaran malaikatnya juga. Tapi dengan alasan yang selalu sama dengan hari-hari ini, gue mau karena ini kesempatan untuk : publikasi diri.</p>
<p><strong>Yos :</strong> &#8230;Michael.<br />
<strong> Mike :</strong> Lu kepengen nanya apakah anak TK udah bisa ngeja &#8220;publikasi diri&#8221;?<br />
<strong> Yos :</strong> &#8230;umm. Nggak jadi. Oke lanjut.</p>
<p>Berlanjut dari hari itu, gue udah jadi banyak hal dalam tahun-tahun acting gue. Jadi gembala, jadi orang majus, jadi Yusuf. Lho, kok drama kelahiran Yesus semua? Iye, jadi gue berperan jadi semuanya di dalam satu drama sekaligus. <em>YA ENGGAKLAH!</em> Wong tuh drama ada tiap tahun, ya digilir aja mana yang gue blom pernah. Gue pernah jadi anak nakal, anak pendeta, anak tukang sate sampe jadi anak yang dituduh nge-hack Depkominfo. Terus di BNCC gue pernah jadi Tau Ming Tse, terus jadi iblis bencong yang maen catur sama malaikat gendut. Eh&#8230; yang terakhir itu nggak diitung acting. Masa acting menjadi diri sendiri.</p>
<p><img class="center" title="Acting cute gue." src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/05/dsc00237.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>&#8230;sabtu lalu gue acting lagi. Gue jadi orang yang diangkat ke surga. Di sana, gue disambut oleh orang-orang yang udah datang duluan. Mereka semua berterima kasih karena gue yang ngenalin mereka ama Tuhan. Astaga bo. Inilah saat yang tepat untung mengetik : Tuntutan representasi moral yang terlalu berat untuk dipikul, realisasi akan hidup dan gambaran diri yang tiba-tiba datang menghantui dan rasa rendah diri dan kehinaan jiwa yang terlampau mengganjal di palung hati.</p>
<p><em>Masuk surga dan disalamin&#8230;<br />
&#8230;acting banget!</em></p>
<p><em>Kalo hari ini gue masuk surga&#8230; siapa yang bakal bilang thank you ama gue?<br />
&#8230;<br />
&#8230;dan <strong>kalo</strong> gue masuk surga.</em></p>
<p>Gue suka banget acting. Di antara kecintaan gue terhadap komputer, terhadap game, terhadap wanita, nggak ada bentuk kecintaan lain yang nggak perlu biaya apa pun kayak acting. Dengan tenggelam dalam acting, gue berusaha untuk jujur terhadap semua orang yang menonton. Oscar Wilde bilang begini :</p>
<blockquote><p>Man is least himself when he talks in his own person.  Give him a mask, and he will tell you the truth.</p></blockquote>
<p>Dan betapa gue sangat menunggu peran yang entah kapan akan ditawarin ke gue. <strong>Berperan menjadi Yosua Omimaru.</strong></p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/04/13/hitung-mundur-menuju-kuburan/" title="Hitung Mundur Menuju Kuburan (Tuesday, 13 April 2010)">Hitung Mundur Menuju Kuburan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/11/yosua-onimaru/" title="Yosua Onimaru (Wednesday, 11 November 2009)">Yosua Onimaru</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/05/08/aku-acting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalo Gue Nulis Cerita</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/04/20/kalo-gue-nulis-cerita/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/04/20/kalo-gue-nulis-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 02:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Maksud kamu, Miss?&#8221; &#8220;Aku&#8230; Aku sudah capek nangis untuk kamu, Mike. Aku&#8230; kepingin lepas dari kamu. Sampai di sini saja yah&#8230; Please.&#8221; &#8230;aku menarik napas panjang yang terasa pedih sekali. Aku nggak pengen nangis tapi mataku membangkang. Aku nggak pengen semua berakhir begitu saja, tanpa perlawanan, atau perjuangan terakhir, namun ternyata mataku bukan satu-satunya pembangkang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Maksud kamu, Miss?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku&#8230; Aku sudah capek nangis untuk kamu, Mike. Aku&#8230; kepingin lepas dari kamu. Sampai di sini saja yah&#8230; Please.&#8221;</p>
<p>&#8230;aku menarik napas panjang yang terasa pedih sekali. Aku nggak pengen nangis tapi mataku membangkang. Aku nggak pengen semua berakhir begitu saja, tanpa perlawanan, atau perjuangan terakhir, namun ternyata mataku bukan satu-satunya pembangkang di malam itu.</p>
<p>&#8220;&#8230;jadi sampai di sini saja.&#8221;</p>
<p>Aku ingin berteriak, bukan, bukan, bukan ini yang pengen aku ucapkan! Aku pengen bersamanya lebih lama lagi, aku pengen melihatnya tersenyum lebih sering lagi! Aku pengen berdiri mengucap sumpah setia di depan mimbar itu! Aku pengen merasakan gelisah saat menunggunya bersalin! Aku pengen menggendong, mencium putra pertamaku dengannya, menyeka keringat perjuangannya! Aku&#8230; Aku&#8230;</p>
<p>&#8220;&#8230;aku&#8230; pulang dulu. Tak ada alasan lagi untukku berada di sini.&#8221;<br />
<br/><br/></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 30pt;">Kerak di Cincin Perak</span></p>
<hr />
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt; ">“…cincin inilah yang menggambarkan cintaku.”<br />
“…jadi cintamu padaku berkarat?”</span></p>
<p><br/><br/><br />
Namaku Mike. Aku adalah tipe pria yang cuek pada setiap hal yang tidak kuminati. Aku adalah pria tertutup yang tidak bercerita pada semua orang.</p>
<p>Kami adalah pasangan paling bahagia di dunia. Kami memang bukan pasangan paling serasi, tapi aku tahu begitu banyak orang yang iri. Paling tidak, kami adalah pasangan yang sudah pasti masuk hall of fame untuk kategori lamanya pacaran.</p>
<p>Gadis itu bernama Michelle. Aku memanggilnya Miss.</p>
<h3><em>*TARADAM! Spoiler calon novel bestseller cukup sampe di sini!*</em></h3>
<p>Pertanyaan hari ini adalah : <strong>Kenapa orang mau menimbun begitu banyak tulisan yang nggak pernah dibaca orang?</strong></p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/01/30/magic-word-sorry/" title="Magic Word: Sorry (Friday, 30 January 2009)">Magic Word: Sorry</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/01/10/the-bandit-on-review/" title="The Bandit on Review (Saturday, 10 January 2009)">The Bandit on Review</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/01/05/five-reasons-why-i-dont-write-real-books/" title="Five Reasons Why I Dont Write *Real* Books (Monday, 5 January 2009)">Five Reasons Why I Dont Write *Real* Books</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/11/19/im-not-einstein/" title="I&#8217;m Not Einstein! (Wednesday, 19 November 2008)">I&#8217;m Not Einstein!</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2008/10/23/je-tadore/" title="Je t&#8217;adore! (Thursday, 23 October 2008)">Je t&#8217;adore!</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/04/20/kalo-gue-nulis-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanya Gua Males Kerja Team</title>
		<link>http://blog.yosua.net/2008/04/12/makanya-gua-males-kerja-team/</link>
		<comments>http://blog.yosua.net/2008/04/12/makanya-gua-males-kerja-team/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 16:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Logs]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[yosua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yosua.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tau nggak, apa yang lebih parah dari nyaris juara 1? Yang lebih parah ialah nyaris juara 1 dua kali berturut-turut!! Sabtu malem jadi kenangan yang buruk lagi. Setelah di festival kemaren terseok gara-gara perbedaan 1 poin, festival kali ini harus kembali menelan pil pahit : cuma masuk nominasi. Kalo di Academy Awards, team gue persis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tau nggak, apa yang lebih parah dari <em>nyaris juara 1</em>? Yang lebih parah ialah <em>nyaris juara 1 dua kali berturut-turut</em>!!</p>
<p>Sabtu malem jadi kenangan yang buruk lagi. Setelah di festival kemaren terseok gara-gara perbedaan 1 poin, festival kali ini harus kembali menelan pil pahit : cuma masuk nominasi. Kalo di <a href="http://www.oscars.org/index.html" target="_blank">Academy Awards</a>, team gue persis banget film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Juno_%28film%29" target="_blank">Juno</a>. Tepuk tangan meriah karena masuk <a href="http://www.oscars.org/80academyawards/nominees/index.html" target="_blank">nominasi Best Actress dan Best Picture</a>, lalu tepuk tangan kecewa, karena orang lain yang dapet.</p>
<p>Yep, team gue masuk nominasi untuk Best Actress untuk karakter Suster Ngesot yang dipegang Seiyu.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 430px"><img class="center" title="*JENG JENG* Gimana nggak masuk nominasi coba..." src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/04/image007_resize.jpg" alt="seiyu" width="420" height="315" /><p class="wp-caption-text">*JENG JENG* Gimana nggak masuk nominasi coba...</p></div>
<p>Dan nominasi Best of The Best. Gue yakin sih detail kostum keseluruhan yang bantu banget buat bisa masuk ke sini.</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="center" title="Kostum Gatot Kaca v.0.8 Beta RC" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/04/image006_r.jpg" alt="gatot kaca" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Kostum Gatot Kaca v.0.8 Beta RC</p></div>
<p>Perasaan gue sekarang gimana yah. Susah dijelasin. Mungkin gua bt. Mungkin. Tapi orang bt butuh pelampiasan yang citranya negatif, sementara gua nggak butuh. Mungkin gua lega. Lega karena nggak lagi mikir apakah bakal menang. Tapi orang lega bisa tidur dengan tenang. Mungkin gua puas&#8230; ato mungkin gua menyesal&#8230; ato&#8230; entahlah. Mungkin gue cuma telat boker aja tiga hari ini.</p>
<p>TIga minggu lalu, tiba-tiba zona nyaman gue diusik orang. Segerombolan kelompok sebelah divonis harus kerja sama dengen gue karena festival tahun ini partisipannya terdiri dari masing-masing dua kelompok. Gua paling males kerja team karena ekspektasi gua terhadap anggota team gue terlampau tinggi buat bisa dipenuhi. Tapi gue pikir&#8230; paling nggak ada satu kesempatan dalam hidup di mana sekali-sekali, gue tau bakal berantakan tapi gue bakal tetep jalanin. And you know what, I hate it when I know everything. Oh Tuhan kenapa aku terlahir genius.</p>
<p>Baru start pertemuan bikin script, konsep awal tiba-tiba bener-bener di luar dugaan gue. Wajar! Soalnya pas pembuatan konsep utama, gua entah lagi koprol di mana. Atau mungkin gua sekarang cuma cari kambing hitam? Ketemu kegagalan lalu menyalahkan konsep? Ah tau lah. Yang pasti waktu itu gua pikir, apa pun yang terjadi harus tetep maksimum dan detail. Sudah kepalang basah, mandi aja sekalian. Dan kita tampil, dengan nomor urut tampil paling terakhir.</p>
<p>Apa yang paling berbahaya waktu kita udah pasrah mati? HOPE. Harapan itu seketika muncul waktu team pertama yang muncul menyajikan tarian cheerleader bencis. Team kedua masih bau bencis. Team ketiga masih belepotan bencis. Team keempat masih ngiler bencis. Team kelima tetep ngimpor bencis! Dan tau-tau gelombang pertama selesai! Wow! If things keep lookin like this, we&#8217;re gonna be the only team without bencis at all! Masih ada kesempatan menang! Sebelum kesempatan untuk menyesal itu tiba, kami tampil dan datang kembali minggu depan dengan harapan yang masih sama : kami bisa menang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="center" title="Acara udah selesai tapi males ganti baju" src="http://blog.yosua.net/wp-content/uploads/2008/04/image010_r.jpg" alt="yosua" width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Acara udah selesai tapi males ganti baju</p></div>
<p>Malem ini tampang gue nongol di cuplikan kelompok terakhir yang masuk nominasi. Pake piyama pink, pake shower cap pink, bawa gayung WC kos gue, bareng gatot kaca. Gue teriak! Gue tepuk tangan! Gue tertawa! Pemenang diumumkan! Gue masih tepuk tangan! Tapi muka gue berantakan. Untung gedung gelap gulita.</p>
<p>Kok bukan nama team gue yang disebut? Kok&#8230; kok tu orang maju? Kok&#8230; Ya ampun, Tuhan. <span style="color: #800000;"><span style="text-decoration: line-through;">Kami</span><strong> Gue gagal lagi.</strong></span></p>
<p>Gue mo tidur aja ah.<br />
Mungkin besok pagi gue punya ide baru buat kata serapah baru.</p>

	<br><br><br>Entry yang rada nyambung *dikit* :<br><br>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2010/05/14/hitted-a-brick-wall/" title="Hitted a Brick Wall (Friday, 14 May 2010)">Hitted a Brick Wall</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/12/12/ninja-assassin/" title="Ninja Assassin (Saturday, 12 December 2009)">Ninja Assassin</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/20/indahnya-kebaikan/" title="Indahnya Kebaikan (Friday, 20 November 2009)">Indahnya Kebaikan</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/11/yosua-onimaru/" title="Yosua Onimaru (Wednesday, 11 November 2009)">Yosua Onimaru</a></li>
	<li><a href="http://blog.yosua.net/2009/11/09/aku-hujan/" title="Aku &#038; Hujan (Monday, 9 November 2009)">Aku &#038; Hujan</a></li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yosua.net/2008/04/12/makanya-gua-males-kerja-team/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
