Hidup Itu Persis Banget Ngepel 14

Siapa yang melindungi anak Anda saat bermain di lantai?
Gue suka analogi. Di dalam pemikiran gue, analogi menempati rak yang sama dengan sarkasme, tindakan yang menurut gue intelligent dan civilized. Waktu menyampaikan pesan, gue bisa dengan nyaman mengarahkan pesan hanya untuk orang-orang yang pintar dan yang mau berpikir, sementara sisanya cuma bilang: “Hah? Maksudnya apa sih?”
Dua jam yang lalu gue ngepel lantai kamar. Ngepel lantai bukanlah sebuah pekerjaan yang nikmat. Ngepel lantai nggak melibatkan proses berpikir, memecahkan masalah, meringkas premis atau menarik konklusi dalam jumlah yang adequate buat gue. Ngepel lantai hanya melibatkan aktivitas membungkuk, menggerakkan besi berkain itu maju mundur atau berputar-putar atau kiri kanan tergantung mood dan feng shui, sambil menyanyikan lagu-lagu putus cinta. Bukan sebuah kegiatan yang asik dilakukan, apalagi bila kamar kos lu segede ruang tamu orang.
Jadi seperti biasa gue melamun. Melamun adalah pekerjaan yang nikmat. Melamun melibatkan proses berpikir, memecahkan masalah, meringkas premis atau menarik konklusi dalam jumlah yang sangat adequate buat gue. Melamun tidak melibatkan aktivitas fisik apa pun, tapi tetap bisa dilakukan sambil menyanyikan lagu-lagu putus cinta. Sebuah kegiatan yang asik dilakukan, apalagi bila kamar kos lu segede ruang tamu orang tapi isinya cuma lu seorang.
Dan gue melamun tentang betapa mengepel sangat sama dengan hidup gue.

Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.