Advertising Kecebong! 6
Pasar produk Indonesia sangat luas. Kalo pinter menjajakan barang, menjadi kaya itu cuma achievement kecil buat si pemain pasar. Sayangnya yang maen bukan satu orang, bukan sekampung, tapi satu negara. Dan kayak satu negara kurang pemaen pasar aja, pemaen dari negara lain juga ikut nyempil menjajakan produk. Akhirnya requirement pinter buat bisa menjadi kaya, udah nggak relevan lagi. Pemain pasar harus jenius *kayak gue*. Masalahnya menjadi jenius itu nggak segampang ngoles salep panu.
Waktu gue manipulasi gambar di Photoshop, gue punya satu aturan yang seringkali nggak dipegang designer lainnya :
Kalo lighting crop-an nggak masuk target, manipulasi crop-annya biar ngikut targetnya. Kalo mentok, puter prosesnya, manipulasi target biar ngikut crop-annya.
Dengan filosofi demikian, gue sukses bertahun-tahun membodohi konsumen fashion Indonesia dengan foto-foto Andy Lau dan F4 tersenyum lebar dengan pakaian yang nggak pernah mereka pake. *Behind the scene of fashion retail market*
Basically, pemasaran juga gitu.
Kalo lu nggak lebih pintar dari konsumen, perbaiki diri lu. Kalo mentok, puter prosesnya, bodohin konsumen lu.
Tau nggak minuman sari jeruk Nutrisari? Baru-baru ini Nutrisari meluncurkan campaign advertising jalan-jalan ke Hongkong & Disneyland, puluhan Nintendo Wii dan ratusan hadiah lainnya, temukan di dalam kemasan! *lho kok malah gue iklan*

Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.