fanatik : “Film 2012 ini sesat! Orang jadi percaya bahwa 2012 itu kiamat! Film ini harus dilarang main di bioskop!”
gue : “Lho film ini kan fiksi?”
fanatik : “Iya tapi orang bodoh kan percaya!”
gue : “Kalo gitu orang bodoh yang harus dilarang nonton di bioskop daripada orang pinter nggak bisa dapet entertainment!”
Pesan moral :
Nggak semua orang indon goblok kayak lo pade!
Nov11
Gue paling benci kalo nama belakang gue ditulis Onimaru. Nggak sebenci gue terhadap cabe, tapi tetep aja benci. Dalam satuan kebencian gue terhadap cabe, bisa ditulis : 0,7kcb. Nama Omimaru adalah penghormatan orang tua gue terhadap orang-orang yang sudah berjasa memungkinkan gue punya mami yang masih hidup waktu bayi. Gue bahkan nggak dapet nama belakang papi gue, Leonardo, demi mempertahankan nama belakang itu. Gue jauh lebih suka dipanggil dengan nama lain daripada dipanggil dengan nama yang lo pikir bener tapi ternyata salah. Gue malah suka banget punya banyak nama panggilan. It adds flavour to my social life.
Tapi yang satu ini…

No smart ass. I didnt.
Kamprettt. Zionisss!
*trend akhir-akhir ini : entah yang salah siapa, yang penting teriak Zionis duluan! Gue berusaha membaur.*
Satu fenomena yang paling kami cintai sebagai seorang melankolis adalah : saat titik-titik air di udara bertabrakan satu sama lain, lalu menjadi semakin berat dan akhirnya tidak dapat lagi mempertahankan kondi… Hmm. Ehem. Sori, kadang-kadang melankolis gue suka kumat. Oke, maksud gue tadi adalah, kami orang-orang melankolis sangat suka hujan. Karena :
- Hujan mewakili perasaan gue yang terdalam.
- Saat hujan aku ingat kamu.
- Hujan menyamarkan air mataku.
- Karena saat itu langit menangis bersamaku.
- Hanya pada saat hujan aku bisa berdiri sendirian di tengah jalan.
- Karena suara hujan menyamarkan suara detak jantungku di tengah dunia yang mati ini.
- Bau hujan mengingatkanku saat kamu memelukku.
- dll. Gue bisa habis seharian buat nulis ribuan alasan kenapa orang-orang melankolis suka hujan.
Baca selengkapnya »