Semua Orang Melankolis? -part.2

12 Aug 2008 In: Satire

Sebenernya ada banyak cara buat melihat apakah lu itu cuma melankolis kambuhan atau memang melankolis kronis. Misalnya, kapan aja lu merasa bahwa lu melan? Waktu sedih? Waktu dimarahin orang? Waktu berebut giliran ngambil KMK? Berikut ini gue ceritain apa aja yang udah gue alami terlahir sebagai melankolis (artinya, gue nggak lagi melankolis, tapi emang dari lahir!).

Perlu lu tau, hampir semuanya adalah konyol dan nggak patut dijadikan teladan, jadi gue nggak begitu bangga harus terlahir sebagai melankolis. Makanya gue selalu bingung kenapa semua orang mau jadi melankolis…

Baca selengkapnya »

Sebenernya selain memperhatikan perkembangan rekaman Adam Air, pernikahan Bakrie, Si Ryan dan Artalyta Suryani, gue juga suka lho memperhatikan dunia perdagangan dan konsumerisme Indonesia. Karena dari semua elemen yang suka ngebodohin gue, gue paling benci dibodohi produsen. Secara setiap belanja gue nggak pernah spend lebih dari 10 detik buat memutuskan produk ini bagus atau nggak, jadi paling nggak produsen harusnya bisa beri apresiasi terhadap cara belanja pria gue yang luar biasa, dibanding wanita yang spend 30 menit untuk mempertimbangkan satu produk lalu akhirnya memutuskan nggak beli.

Dan baru-baru ini, gue baru tau kalo ternyata trend baru produk consumer goods saat ini ialah:

  • Gunakan nama yang super panjang dan tidak lazim agar menarik minat konsumen yang bosan dengan produk-produk bernama pendek dan terlalu lazim. Contoh produk yang bernama lazim dan pendek antara lain Nivea for Men, Biore for Men, Clear for Men, Kotex for Men, CloseUp, SmileUp, 7Up, MicrosUp dan lain-lain.
  • Gunakan bahan yang absurd dan tidak masuk akal agar menarik minat konsumen yang bosan dengan bahan yang masuk akal. Contoh bahan yang terlalu masuk akal misalnya, semua pasta gigi pake fluoride, semua shampoo pake anti-dandruff, semua sabun pake anti-kuman dan semua dove 1/4nya adalah pelembab.

Baca selengkapnya »

Semua Orang Melankolis! -part.1

7 Aug 2008 In: Satire

Gue harus ngakuin kalimat “Udah ujan, becek, nggak ada ojek” emang laris di pasaran. Tapi sebenernya ada *istilah* yang lebih populer dari itu. Gue nggak pernah perduli apakah anak-anak di jalanan teriak-teriak “udah ojek, ujan, nggak ada becek”, tapi gue selalu *perduli* kalo ada orang yang sebut satu *istilah* ini. Perduli dalam bentuk: gue pengen akhiri hidupnya yang menderita. Istilah apa lagi kalo bukan: “Ya iya lah, masa ya iya dong!”

*HALAH!!*

Ya gue akuin itu juga gue nggak suka! Bukan cuma nggak suka, gue benci. As if gue nggak pernah pake bahasa Indonesia secara proper dan dak tau apo-apo soal bahaso sikok ini! Tujake nian kaw, kubukai perut kaw biar nyampak galo usus kaw! Apa lah relasi antara anak kalimat ya iya lah dengan ya iya dong?! You can use both to confirm things! Bukannya gue lagi kurang nutrisi otak ato gimana, tapi gue kepengen nyelipin aja kebencian gue terhadap kalimat ngeselin satu ini. Set aside dan BTT, gua tetep paling punya ikatan emosional yang mendalam sama istilah yang satu ini, yang bener: melan.
Baca selengkapnya »

Kutukan Genetika

6 Jul 2008 In: Life Logs

Dulu, waktu gue menikmati jadi bitch kayak melankolis *in fact, melankolis pada dasarnya memang ekuivalen bitch kok*, gue pernah berpikir bahwa gue pasti anak angkat dalam keluarga ini. Gue pendiem, mengurung diri di rumah, suka teknologi, cerdas dan nggak suka rutinitas — sifat-sifat yang sedikit pun nggak ada di mami, boro-boro papi.

Mami : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita.

Papi : Penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…and I was 10 years old when I thought about those. That day I made a big decision : I will never be like any of my parents.

*sepuluh tahun kemudian*

Yosua : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita, penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…great.

…suara bersin dan batuk gue pun, PERSIS papi. Jangankan bersin dan batuk, suara gue muntahin odol aja udah PERSIS suara papi. Jadi kalo gue plus papi bersin, atau batuk, atau sikat gigi bareng, akan lebih kedengeran kayak gaung gema dibanding suara dua orang yang sedang beraktivitas bareng.

Oke, gue buang jauh-jauh pikiran bodoh tentang gue adalah anak angkat. Tapi kali ini gue yakin banget, gue pasti bayi tabung!

Yami-Yami, Teknologi Masa Kini

2 Jul 2008 In: Life Logs

Suatu hari di rumah kecil di Palembang,

Yosu : Hen, ni HP bisa GPRS kagak?
Hena* : Nggak bisa. Harus ngaktifin yami yami dulu.

(hening lama)
Yosu :Yami yami?
Hena : Iya, yami yami. Masa koko nggak tau yami yami, udik amat padahal tinggal di Jakarta!
Yosu : Ya maap.

Gue merasa sedih sekali. Gue sangat suka teknologi dan perkembangannya. Gue paling cinta pada dunia komputer. Gue tergila-gila pada dunia komputer! Tapi hari ini adek gue yang kelas 8 SMP, lebih tahu dunia selular dibanding gue dan dengan mudahnya bilang gue udik! APA ITU YAMI YAMI? WHAT THE HELL IS YAMI YAMI?!!

(hening lama)
Yosu : …eh Hen, maksudnya Ye eM**?
Hena : Iya, itu.

Untung lu adek gue…

Hena Naomi, wanita jenius penemu Yami-yami.

*Hena = adek gue.
**Sapa tau lu hidup di gua. YM = Yahoo Messenger

PS : Gue lagi liburan panjang di Palembang.

Hi!!

Katanya si Yosu begitu. Katanya si Yosu begini. Well kalo di sini, lupain semua yang lu yakini. Karena yang berkuasa di sini cuma Michael!

kalendar hormon

October 2008
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

menu soto

Add to Technorati Favorites