Dulu, waktu gue menikmati jadi bitch kayak melankolis *in fact, melankolis pada dasarnya memang ekuivalen bitch kok*, gue pernah berpikir bahwa gue pasti anak angkat dalam keluarga ini. Gue pendiem, mengurung diri di rumah, suka teknologi, cerdas dan nggak suka rutinitas — sifat-sifat yang sedikit pun nggak ada di mami, boro-boro papi.
Mami : Banci sosial, [...]
Suatu hari di rumah kecil di Palembang,
Yosu : Hen, ni HP bisa GPRS kagak?
Hena* : Nggak bisa. Harus ngaktifin yami yami dulu.
(hening lama)
Yosu :Yami yami?
Hena : Iya, yami yami. Masa koko nggak tau yami yami, udik amat padahal tinggal di Jakarta!
Yosu : Ya maap.
Gue merasa sedih sekali. Gue sangat suka teknologi dan perkembangannya. Gue paling [...]
Suatu hari gue ngubek-ngubek harddisk, gue ketemu foto ini :
Jin yang keluar dari galon kepergok mbak Iyem
Sontak gue bingung. Ini kejadian kapan yah? Event apa? Dalam rangka apa? Sesudah gue balik dari dinas di Vietnam atau sebelum? Atau jangan-jangan ini di Paraguay? Sesudah gue kejedot tembok kemaren atau sebelum?
Gue lagi males nulis yang panjang-panjang, so I’ll keep this short.
Kepengen tau gimana tampang gue kalo udah gede dan married? Ini dia.
Beauty and The Beast
*LHO!!* Maap salah gambar. Ini dia gambar yang benernya.
Pasar produk Indonesia sangat luas. Kalo pinter menjajakan barang, menjadi kaya itu cuma achievement kecil buat si pemain pasar. Sayangnya yang maen bukan satu orang, bukan sekampung, tapi satu negara. Dan kayak satu negara kurang pemaen pasar aja, pemaen dari negara lain juga ikut nyempil menjajakan produk. Akhirnya requirement pinter buat bisa menjadi kaya, udah [...]