Aku menabrak raut wajahmu di sela-sela patung gerabah di sepanjang sisi Tuileries. Dan di foto-foto keluarga di sisi La Défense. Dalam espresso hangat yang kutenggak dua minggu belakangan. Dan di sepanjang doa di bangku kayu gereja.
Bila aku Katolik, kau adalah Maria.
—
Paris, musim gugur
Jangan menatapku seperti itu. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan padamu. [...]
…dan pinggulmu yang putih keramik, betapa aku ingin meninggalkan tanda di sana. Untuk ditemukan pria lain, agar mereka tahu, ada yang sudah tiba lebih dahulu. Jauh sebelum mereka membelikan mawar-mawar merah kesukaanmu. Mawar-mawar murah di sepanjang Kunstkamera yang penuh kedustaan dan akan layu esok hari. Atau keriap-keriap kecil dari berlian etalase yang kau sapa setiap [...]