Article written

  • on 09.11.2009
  • at 10:00 AM
  • by yosu

Aku & Hujan 29

Satu fenomena yang paling kami cintai sebagai seorang melankolis adalah : saat titik-titik air di udara bertabrakan satu sama lain, lalu menjadi semakin berat dan akhirnya tidak dapat lagi mempertahankan kondi… Hmm. Ehem. Sori, kadang-kadang melankolis gue suka kumat. Oke, maksud gue tadi adalah, kami orang-orang melankolis sangat suka hujan. Karena :

  1. Hujan mewakili perasaan gue yang terdalam.
  2. Saat hujan aku ingat kamu.
  3. Hujan menyamarkan air mataku.
  4. Karena saat itu langit menangis bersamaku.
  5. Hanya pada saat hujan aku bisa berdiri sendirian di tengah jalan.
  6. Karena suara hujan menyamarkan suara detak jantungku di tengah dunia yang mati ini.
  7. Bau hujan mengingatkanku saat kamu memelukku.
  8. dll. Gue bisa habis seharian buat nulis ribuan alasan kenapa orang-orang melankolis suka hujan.

Dan satu hal yang harus kalian ketahui tentang orang-orang melankolis, terutama gue khususnya. Yaitu : kami menjadi sejati di tengah hujan, baik secara emosional maupun gaya rambut. Berikut adalah skema formula yang akan membantu gue menjelaskan hal tersebut :

dog_hater

Hrm. Tunggu dulu. Itu formula yang salah. Salah dalam artian, gue bermaksud buat taro itu di entry yang lain. Sisanya bener, gue benci semua anjing yang menyalak dan punya gigi. Oke, ini rumus yang gue maksud :

cowok_cool

Hujanlah yang membentuk kami. Saat tidak ada yang perduli pada tetesan air mata melankolis murni kami. Saat orang-orang di sekitar kami berkhianat, hanya hujan yang setia menemani. Dan mati lampu yang selalu datang berbarengan atau sesudahnya.

Jadi ada relasi yang erat dan tidak dangkal dalam hubungan antara kami dan hujan. Jadi jangan sekali-kali, gue ulangi, jadi jangan sekali-kali, berusaha merusak hubungan yang dalam itu dengan menawari kami : sebuah payung. Karena :

umbrella_hater

Hanya pria gay yang pake payung. Lo nggak bakal pernah liat gue di jalan pake payung. Nggak akan pernah. Lebih baik kami menangis basah bersama langit daripada kering berjalan bagai patung tanpa emosi. Pria sejati tak takut hujan. Kalo lo liat di film-film Taiwan atau Korea atau Barat, pria jagoan atau pria idaman wanita selalu kehujanan. Itulah potret kecil kehidupan kami, pria sejati.

By the way, omong-omong soal rain. Lo pada tau Rain yang artis Korea yang sangat sipit itu akan dateng ke Indonesia Desember ini? Indonesia adalah negara keempat tujuan Rain setelah Seoul, Jepang dan Hongkong. Rumornya  lokasi konser akan bertempat di JITEC Mangga Dua. Promotor yang datengin adalah promotor yang sama dengen yang dulu datengin S.H.E ke Indonesia. Harga tiket mulai dari paling mahal 3 juta untuk kelas VIP, 2 juta Platinum, 750 ribu Gold & Festival dan 0 rupiah kalo nonton cuplikannya di TV tetangga. Cuplikannya. Jangan mimpi, konser Rain nggak bakal disiarin di TV secara full.

Walau gue cinta hujan, tapi secara personal gue sendiri sih nggak begitu akrab dengan Rain. Dulu waktu gue lagi pacaran sama seorang cewek, dia cinta mati sama Rain. Dengan “cinta mati” maksud gue adalah : gue kadang bingung di antara gue & Rain, sebenernya siapa yang pacar dia. Di komputer dan HP-nya lebih banyak foto Rain daripada foto gue! Sejak hari itu gue sudah punya pandangan sendiri terhadap cowok letey-letey sok ganteng mata sipit ini.

rain_lover

That will teach him to stay away from my girl(s). Uh, but, wait.

rain&scarydogr

Entah kenapa gue merasa cemas.

Hmm. Anyway. Beberapa menit yang lalu gue dan hati gue yang melankolis ini hampir sepakat untuk teken tombol Publish itu dan biarkan entry ini melayang ke tengah dunia yang kejam untuk dikritik habis-habisan. Tapi lalu tiba-tiba gue dan hati gue yang rapuh ini teringat tentang ingatan lama tentang hujan.

Di luar sana, ada makhluk yang namanya wanita. Ada satu hal yang nggak pernah gue mengerti soal lo-lo pada wanita. Saat hujan tiba, kenapa selalu ada payung yang sebelumnya entah lo sembunyiin di mana. Mungkin di tas, atau mungkin di betis, atau dikaitin di kaitan belakang beha, atau, AH entahlah, begitu hujan turun, ada aja payungnya. Akhir-akhir ini gue ngerti kenapa mereka harus bawa payung ke mana-mana, yaitu karena :

woman_without_rain

Lo inget di atas waktu gue cerita gue nggak akan berada di persamaan yang sama dengan hujan? Itu… tidak sepenuhnya benar. Ada dua keadaan di mana gue ada di persamaan yang sama dengan payung. Hanya ada dua kemungkinan. HANYA DUA. Salah satunya adalah kenangan yang udah lama banget yang gue harap bisa gue tulisi dengan kenangan yang baru. Bersama lo. Ya, lo. Lo tau yang gue maksud adalah lo.

holding_each_other

Dan di tengah hujan yang terus berlanjut, saat gue menatap lo, gue mungkin akan mencoba buat bilang sesuatu. Tapi seperti yang lalu-lalu, bibir gue pasti kelu. Gue nggak jago merangkai kata-kata. Dan beberapa menit kemudian, gue akan udah kehabisan kata-kata buat gambarin perasaan gue, berada dalam moment di antara hujan dan aroma hangat tubuh lo. Dua hal yang nggak akan pernah berhenti gue cintai. Aku tertambat di pelabuhanmu. Tertegun di depan pigura hatimu. Dan aku ingin menghapus setiap centi yang ada di antara kita.

kiss_under_umbrella

Waktu merayap tanpa suara. Tetesan air tercetak di udara. Tak ada yang menggerakkan sunyi kita. Hanya derap napas dan detak jantung yang entah punya siapa. Kita mengeja jiwa masing-masing, tersipu berziarah jauh ke dalam, tanpa bunga dan kata-kata. Ribuan pujangga, ribuan masa, ribuan gurat tinta, gagal menggenggam apa yang terjadi antara Rama dan Sinta. Tapi kau dan aku, kita, menemukan cara untuk fasih saling berkata : untai wajahmu yang aku cinta. Selamanya.

kiss_under_rain_v2

That is a very simple math. So by now, kalo lo pengen itu terjadi, lo udah tau apa yang harus dan nggak boleh lo lakuin dengen payung lo.

Sampai jumpa di tengah hujan.

*oh iya, lo pengen tahu kemungkinan kedua gue pake payung?

…yaitu kalo gue lagi jalan sama mami gue.




Entry yang rada nyambung *dikit* :

subscribe to comments RSS

There are 29 comments for this post

  1. Dian says:

    wkwkwk ngakak saya liat formula gambarnya and blognya wkwkwkwkwk

    . Saat hujan tiba, kenapa selalu ada payung yang sebelumnya entah lo sembunyiin di mana. Mungkin di tas, atau mungkin di betis, atau dikaitin di kaitan belakang beha—-> apaaan ini whwhwhwhhw XD

  2. Dian says:

    kok profil pic ku di comment blog ini gitu yah gambarnya huhuhuhu ga lucu hwhwhw :p

  3. vendy says:

    kalau begitu, nanti gw kasih elu payung :) )

  4. ching says:

    like this post, yosu :D
    lucu… wahaha…
    tapi kayanya kebanyakan cowo ga suka klo disuruh pake payung pas ujan… apakah mereka semua melankolis? :p

  5. kezialee says:

    hujan mungkin anugrah dari Tuhan buat org2 melankolis ya ko.
    HAHHAHAHA

  6. shia says:

    gyahaaha asyik!

  7. Albertus says:

    *oh iya, lo pengen tahu kemungkinan kedua gue pake payung?

    …yaitu kalo gue lagi jalan sama mami gue. <—- gw ud pernah melihat hal itu ko.. hahaha saat dmn wkt balik dari malioboro.. wkwkwk

  8. Albert says:

    itu pict pertama keren banget…
    itu bukan lo kan?? plis bilang itu bukan lo.
    wkwkwkwk…

    nice post. d^^b

  9. albert says:

    oh iya.. kapan lo bikin blog ttg:
    “Pria sejati gak takut film horor”
    NYAHAHAHAHAHAHA….

  10. Robert says:

    LOL,klu gitu saat na bikin blog tentang “aku & mami + hujan” lagi ko XD

  11. Riki Pribadi says:

    becek donk brooooo….kekekeke

  12. yone says:

    Yos, equations nya harusnya dikasi nomor.

    Persamaan yang ini:

    lo + rain – payung = Bad (1)

    itu salah Yos…, harusnya:

    (lo + payung) + rain – payung = Bad (2)

    Kenapa begitu? Ini ada hubungan dengan hukum Identitas, mari kita lihat persamaan beri…

    (comment gak jelas :P )

  13. dian says:

    kerenn…
    hujann..
    aku suka… ^^

  14. Lan says:

    Haha hujan..eh, rain can make a miracle.. xD

  15. Jef says:

    di belakang kaitan beha?? ampun yos :p

    hujan -> bikin jakarta macet….. buset jakarta parah macet, tambah hujan lagi… enakan hujan di rumah, makan baso anget2, trus bo2…

    ilustrasi nya bagus yos!

  16. [...] pas gue bikin post tentang betapa kerennya gue berada di tengah hujan? Dengan sedikit cerita nggak penting tentang Rain? Yeah, hmm soal itu, hmm, gue rasa dia adalah salah satu pembaca rutin blog gue. Karena gue terima [...]

Please, feel free to post your own comment

* these are required fields

Panggil Aku Michael is powered by WordPress and FREEmium Theme.
developed by Dariusz Siedlecki and brought to you by FreebiesDock.com