Aku & Hujan 29
Satu fenomena yang paling kami cintai sebagai seorang melankolis adalah : saat titik-titik air di udara bertabrakan satu sama lain, lalu menjadi semakin berat dan akhirnya tidak dapat lagi mempertahankan kondi… Hmm. Ehem. Sori, kadang-kadang melankolis gue suka kumat. Oke, maksud gue tadi adalah, kami orang-orang melankolis sangat suka hujan. Karena :
- Hujan mewakili perasaan gue yang terdalam.
- Saat hujan aku ingat kamu.
- Hujan menyamarkan air mataku.
- Karena saat itu langit menangis bersamaku.
- Hanya pada saat hujan aku bisa berdiri sendirian di tengah jalan.
- Karena suara hujan menyamarkan suara detak jantungku di tengah dunia yang mati ini.
- Bau hujan mengingatkanku saat kamu memelukku.
- dll. Gue bisa habis seharian buat nulis ribuan alasan kenapa orang-orang melankolis suka hujan.
Dan satu hal yang harus kalian ketahui tentang orang-orang melankolis, terutama gue khususnya. Yaitu : kami menjadi sejati di tengah hujan, baik secara emosional maupun gaya rambut. Berikut adalah skema formula yang akan membantu gue menjelaskan hal tersebut :

Hrm. Tunggu dulu. Itu formula yang salah. Salah dalam artian, gue bermaksud buat taro itu di entry yang lain. Sisanya bener, gue benci semua anjing yang menyalak dan punya gigi. Oke, ini rumus yang gue maksud :

Hujanlah yang membentuk kami. Saat tidak ada yang perduli pada tetesan air mata melankolis murni kami. Saat orang-orang di sekitar kami berkhianat, hanya hujan yang setia menemani. Dan mati lampu yang selalu datang berbarengan atau sesudahnya.
Jadi ada relasi yang erat dan tidak dangkal dalam hubungan antara kami dan hujan. Jadi jangan sekali-kali, gue ulangi, jadi jangan sekali-kali, berusaha merusak hubungan yang dalam itu dengan menawari kami : sebuah payung. Karena :

Hanya pria gay yang pake payung. Lo nggak bakal pernah liat gue di jalan pake payung. Nggak akan pernah. Lebih baik kami menangis basah bersama langit daripada kering berjalan bagai patung tanpa emosi. Pria sejati tak takut hujan. Kalo lo liat di film-film Taiwan atau Korea atau Barat, pria jagoan atau pria idaman wanita selalu kehujanan. Itulah potret kecil kehidupan kami, pria sejati.
By the way, omong-omong soal rain. Lo pada tau Rain yang artis Korea yang sangat sipit itu akan dateng ke Indonesia Desember ini? Indonesia adalah negara keempat tujuan Rain setelah Seoul, Jepang dan Hongkong. Rumornya lokasi konser akan bertempat di JITEC Mangga Dua. Promotor yang datengin adalah promotor yang sama dengen yang dulu datengin S.H.E ke Indonesia. Harga tiket mulai dari paling mahal 3 juta untuk kelas VIP, 2 juta Platinum, 750 ribu Gold & Festival dan 0 rupiah kalo nonton cuplikannya di TV tetangga. Cuplikannya. Jangan mimpi, konser Rain nggak bakal disiarin di TV secara full.
Walau gue cinta hujan, tapi secara personal gue sendiri sih nggak begitu akrab dengan Rain. Dulu waktu gue lagi pacaran sama seorang cewek, dia cinta mati sama Rain. Dengan “cinta mati” maksud gue adalah : gue kadang bingung di antara gue & Rain, sebenernya siapa yang pacar dia. Di komputer dan HP-nya lebih banyak foto Rain daripada foto gue! Sejak hari itu gue sudah punya pandangan sendiri terhadap cowok letey-letey sok ganteng mata sipit ini.

That will teach him to stay away from my girl(s). Uh, but, wait.

Entah kenapa gue merasa cemas.
Hmm. Anyway. Beberapa menit yang lalu gue dan hati gue yang melankolis ini hampir sepakat untuk teken tombol Publish itu dan biarkan entry ini melayang ke tengah dunia yang kejam untuk dikritik habis-habisan. Tapi lalu tiba-tiba gue dan hati gue yang rapuh ini teringat tentang ingatan lama tentang hujan.
Di luar sana, ada makhluk yang namanya wanita. Ada satu hal yang nggak pernah gue mengerti soal lo-lo pada wanita. Saat hujan tiba, kenapa selalu ada payung yang sebelumnya entah lo sembunyiin di mana. Mungkin di tas, atau mungkin di betis, atau dikaitin di kaitan belakang beha, atau, AH entahlah, begitu hujan turun, ada aja payungnya. Akhir-akhir ini gue ngerti kenapa mereka harus bawa payung ke mana-mana, yaitu karena :

Lo inget di atas waktu gue cerita gue nggak akan berada di persamaan yang sama dengan hujan? Itu… tidak sepenuhnya benar. Ada dua keadaan di mana gue ada di persamaan yang sama dengan payung. Hanya ada dua kemungkinan. HANYA DUA. Salah satunya adalah kenangan yang udah lama banget yang gue harap bisa gue tulisi dengan kenangan yang baru. Bersama lo. Ya, lo. Lo tau yang gue maksud adalah lo.

Dan di tengah hujan yang terus berlanjut, saat gue menatap lo, gue mungkin akan mencoba buat bilang sesuatu. Tapi seperti yang lalu-lalu, bibir gue pasti kelu. Gue nggak jago merangkai kata-kata. Dan beberapa menit kemudian, gue akan udah kehabisan kata-kata buat gambarin perasaan gue, berada dalam moment di antara hujan dan aroma hangat tubuh lo. Dua hal yang nggak akan pernah berhenti gue cintai. Aku tertambat di pelabuhanmu. Tertegun di depan pigura hatimu. Dan aku ingin menghapus setiap centi yang ada di antara kita.

Waktu merayap tanpa suara. Tetesan air tercetak di udara. Tak ada yang menggerakkan sunyi kita. Hanya derap napas dan detak jantung yang entah punya siapa. Kita mengeja jiwa masing-masing, tersipu berziarah jauh ke dalam, tanpa bunga dan kata-kata. Ribuan pujangga, ribuan masa, ribuan gurat tinta, gagal menggenggam apa yang terjadi antara Rama dan Sinta. Tapi kau dan aku, kita, menemukan cara untuk fasih saling berkata : untai wajahmu yang aku cinta. Selamanya.

That is a very simple math. So by now, kalo lo pengen itu terjadi, lo udah tau apa yang harus dan nggak boleh lo lakuin dengen payung lo.
Sampai jumpa di tengah hujan.
—
*oh iya, lo pengen tahu kemungkinan kedua gue pake payung?
…yaitu kalo gue lagi jalan sama mami gue.
Entry yang rada nyambung *dikit* :

Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.
wkwkwk ngakak saya liat formula gambarnya and blognya wkwkwkwkwk
. Saat hujan tiba, kenapa selalu ada payung yang sebelumnya entah lo sembunyiin di mana. Mungkin di tas, atau mungkin di betis, atau dikaitin di kaitan belakang beha—-> apaaan ini whwhwhwhhw XD
itu untuk menjelaskan lokasi wanita menyembunyikan payungnya.
kok profil pic ku di comment blog ini gitu yah gambarnya huhuhuhu ga lucu hwhwhw :p
daftar gravatar dulu kalo mau pake gambar sendiri.
kalau begitu, nanti gw kasih elu payung
)
sama ceweknya juga?
like this post, yosu
lucu… wahaha…
tapi kayanya kebanyakan cowo ga suka klo disuruh pake payung pas ujan… apakah mereka semua melankolis? :p
pada dasarnya, semua orang itu melankolis. atau sok melankolis. atau dua-duanya sekaligus.
hujan mungkin anugrah dari Tuhan buat org2 melankolis ya ko.
HAHHAHAHA
kurang lebih, hujan adalah fasilitas dari Tuhan agar pria bisa ciuman dengan wanitanya.
gyahaaha asyik!
asik donggg.
*oh iya, lo pengen tahu kemungkinan kedua gue pake payung?
…yaitu kalo gue lagi jalan sama mami gue. <—- gw ud pernah melihat hal itu ko.. hahaha saat dmn wkt balik dari malioboro.. wkwkwk
hanya saat itu doang lo akan pernah liat. hanya saat itu doang.
itu pict pertama keren banget…
itu bukan lo kan?? plis bilang itu bukan lo.
wkwkwkwk…
nice post. d^^b
ya lo coba kenalin aja jaketnya.
Ah nipu lu…
jaketnya lu ga ampe sepanjang itu. dan gak sekeren itu!!
wkwkwkw..
hampir ketipu gw.
tapi mirip lu sih btw.. hehe
oh iya.. kapan lo bikin blog ttg:
“Pria sejati gak takut film horor”
NYAHAHAHAHAHAHA….
Kampret. Kurang ajar.
nonton yuk.. Halloween 2…
katanya BAGUS BANGET!!
LOL,klu gitu saat na bikin blog tentang “aku & mami + hujan” lagi ko XD
becek donk brooooo….kekekeke
tenang, kesetan dulu sebelum masuk kamar.
Yos, equations nya harusnya dikasi nomor.
Persamaan yang ini:
lo + rain – payung = Bad (1)
itu salah Yos…, harusnya:
(lo + payung) + rain – payung = Bad (2)
Kenapa begitu? Ini ada hubungan dengan hukum Identitas, mari kita lihat persamaan beri…
(comment gak jelas
)
kan, orang melankolis emang jago matematika!
kerenn…
hujann..
aku suka… ^^
Haha hujan..eh, rain can make a miracle.. xD
di belakang kaitan beha?? ampun yos :p
hujan -> bikin jakarta macet….. buset jakarta parah macet, tambah hujan lagi… enakan hujan di rumah, makan baso anget2, trus bo2…
ilustrasi nya bagus yos!
[...] pas gue bikin post tentang betapa kerennya gue berada di tengah hujan? Dengan sedikit cerita nggak penting tentang Rain? Yeah, hmm soal itu, hmm, gue rasa dia adalah salah satu pembaca rutin blog gue. Karena gue terima [...]