Temen : Dulu sebelum ketemu lo, gue orangnya bodoh dan naif…
Gue : Itulah gunanya temen bro. Kalo bukan gue yang perduli membuka mata lo, siapa lagi yang akan kasi tau lo bahwa orang di luar sana nggak segan-segan menikam lo dari belakang. Di luar sana orang bertahan hidup dengan memakan orang lain. Bahkan orang yang keliatannya baik buat lo. Jadi sekarang ceritanya setelah ketemu gue lo udah berubah dong? Jadi apa? Jadi pinter dong.
Temen : …jadi bodoh dan paranoid. Duit gue kapan lo mo balikin?
Pesan moral :
Kalo lo merasa udah membantu seseorang, nggak usah dikonfirmasi. Sapa tau cuma perasaan lo doang.
fanatik : “Film 2012 ini sesat! Orang jadi percaya bahwa 2012 itu kiamat! Film ini harus dilarang main di bioskop!”
gue : “Lho film ini kan fiksi?”
fanatik : “Iya tapi orang bodoh kan percaya!”
gue : “Kalo gitu orang bodoh yang harus dilarang nonton di bioskop daripada orang pinter nggak bisa dapet entertainment!”
Pesan moral :
Nggak semua orang indon goblok kayak lo pade!
Nov11
Gue paling benci kalo nama belakang gue ditulis Onimaru. Nggak sebenci gue terhadap cabe, tapi tetep aja benci. Dalam satuan kebencian gue terhadap cabe, bisa ditulis : 0,7kcb. Nama Omimaru adalah penghormatan orang tua gue terhadap orang-orang yang sudah berjasa memungkinkan gue punya mami yang masih hidup waktu bayi. Gue bahkan nggak dapet nama belakang papi gue, Leonardo, demi mempertahankan nama belakang itu. Gue jauh lebih suka dipanggil dengan nama lain daripada dipanggil dengan nama yang lo pikir bener tapi ternyata salah. Gue malah suka banget punya banyak nama panggilan. It adds flavour to my social life.
Tapi yang satu ini…

No smart ass. I didnt.
Kamprettt. Zionisss!
*trend akhir-akhir ini : entah yang salah siapa, yang penting teriak Zionis duluan! Gue berusaha membaur.*