Article written

  • on 01.03.2009
  • at 02:36 AM
  • by yosu

Ayah, Aku Ingin Jadi Dewasa! 32

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Aku ingin menikah! — dan tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba. Aku selalu penasaran apa rasanya menyepak wanita, yang setiap hari terjaga, pergi menyiapkan semua kemeja bahkan sebelum ayam membuka suara.

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Pergi bekerja, mencari nafkah pagi-pagi. Membanting tulang setiap hari. Lalu mencoba menggandakannya di meja judi. Kala Sabtu tiba, akan kuhamburkan di rumah pelacuran Gandasari. Orang bilang, hasil keringat sendiri rasanya nikmat sekali. Apalagi bersama Lusi. Dan Kiranti. Diselingi dua butir pil KB.

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Merasakan cinta dan tenggelam di dalamnya. Aku selalu bertanya-tanya apa rasanya gagal bercinta! Apa rasanya berselimut duka. Betapa aku ingin sekali punya kesempatan untuk mengucap: Apa pun yang aku lakukan tidak pernah cukup di matanya! — persis seperti telenovela, yang dibuka ibu di rumah tetangga. Entah apa rasanya menjalani hidup dengan tujuan membalas dendam pada seorang wanita. Entah apa rasanya mengejar suksesĀ  dengan tujuan menciptakan sesal di hati seorang wanita. Oh betapa aku ingin tahu, Ayah!

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Mulai dari belajar menengadah, lalu duduk bersila, dan berceloteh bahasa dewa. Belajar berjalan, menggapai taplak dan mengenal bunyi vas pecah. Tumbuh besar, lebih besar dari anak tetangga, agar aku bisa menghajar kepalanya. Karena aku pasti akan iri, pada setiap mainannya. Aku benci orang kaya. Tapi juga tak begitu besar, agar aku masih muat di kolong ranjang, saat Ibu mencari kemana hilangnya uang belanja.

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Jumat kemarin, kau pulang dari kota. Membawa singkong dan bau alkohol ke seluruh bagian rumah. Kau bahkan tak tahu lagi yang mana sofa yang mana tempat sampah. Ibu merebus singkong dengan cinta. Tapi kau mengamuk seperti pria. Perkasa. Penuh kuasa. Dewasa. Sambil menjambak Ibu kau terus berkata : Singkong gorengku mana?! SINGKONG GORENGKU MANA! Dan kau melempar Ibu ke beranda. Ibu mendarat dengan perut di bawah.

blood

Ayah, aku ingin jadi dewasa!
Tapi kau mengantarku langsung ke surga.
Bahkan sebelum aku melihat dunia.
Tapi lihat sisi baiknya.
Aku tak kenal istilah fana.
Dan aku batal jadi seperti Ayah.

Kau ayah yang luar biasa.
Thanks!

<aku bahkan belum punya nama>




Entry yang rada nyambung *dikit* :

subscribe to comments RSS

There are 32 comments for this post

  1. mellysa says:

    klo dewasany buat nampar n nyepak bini…
    ga usa dewasa dah >.<

  2. BetZ says:

    Great.
    Bgs tuh ko nilai2nya..

    untuk yg sudah jadi ayah, jgn mencontoh adegan seperti diatas ya.. XD

    untuk kite2 yg masih muda, culun, polos, yg ga sabar mau jadi dewasa.. haha.. Jangan jadi seperti ayah spt yg diatas ya. Jadilah seseorang yg dewasa yg ga ingin tahu apa rasanya menampar wanita yang setia, membuatkan kopi setiap subuh tiba.

    nah.. so? klo gt gimana caranya ko jadi dewasa?
    ^^

  3. wew, ternyata posting thriller. Gw pikir si Yos dah gendeng. huahahaha.

  4. Renza says:

    wah…
    ibunya keguguran…
    nice post bro… :D

    bapaknya mesti ikut camp Pria Sejati neh…biar bertobat..hahaha..

    menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, tetapi menjadi pria sejati adalah masalah KEPUTUSAN! :D

  5. Jimmy Octavious says:

    mantep postnya yos, nancep banget buat para2 model2 pria “boys” who never turn out to be a MAN.

    anda hanya berhak menerima sebatas anda melayani
    ONE TWO THREE!! wkakkak

  6. A'bert says:

    wew… haha.. mantap2.. kamu akan diberi nama michael.. tenang aj… XD

  7. a2121 says:

    Wow.
    Ok.
    Kreatif.
    Gambar Darahnya sempet bikin perut gue ngilu.

  8. Dapat inspirasi darimana? Jenius!
    *Ow..kata jenius redundan di blog ini*

    • yosu says:

      hehehe. thanks.

      inspirasinya, kehidupan pribadi.
      orang selalu secara langsung dan tak langsung, atau dalam porsi penuh atau sebagian, terinspirasi kehidupan pribadi.

      kita blogger punya banyak hal yang ingin kita curahkan. tapi kadang hal itu begitu simple dan nggak berarti untuk dunia sehingga kita poles di sana sini. plus kita tidak punya kapabilitas untuk terbuka dan jujur. akhirannya : malah bukan jadi pesan kita.

      tapi yah sudahlah, selalu ada tanggal baru di kalender hormon. selalu ada kesempatan baru untuk menuliskan pesan kita yang lebih jujur. suatu hari nanti.

      suatu hari nanti.

  9. kezialee says:

    koq berita istri nampar suami ga perna ada yah.. hahas.

    kehidupan pribadi?
    kmu bapaknya toh ko?
    waaaaaaaaaaaaaa
    XDXD

  10. Agustinus says:

    Keren…. yos hehe

    Itu puisi kan? hehe

  11. Agustinus says:

    Yos… isi blog lo keren2, gw promote dikaskus bolew?

  12. shianash says:

    keren….

    bisa neh buat script film pendek…

  13. azwar says:

    Mantap…. perlu jadi bacaan wajib para Suami dan Ayah …. Terusan tulisan-tulisan..
    Salam Hangt

  14. Deiter says:

    Somehow your site got bookmarked on my browser. Look on some post and happen to like it.
    Never know a blogger could be this good with words xD

    Lanjutin bro, tulisan lu mantap (acungin jempol).
    and thanks for the blood pic too (gue ambil, suka liat darah :p)

  15. [...] blog gue dibikin jadi film. Gue tentu kepengen bahkan anak-anak, bisa menonton tulisan gue tentang seorang suami yang menendang istrinya yang hamil dan bagaimana bibir gue menjelajah seluruh bagian tubuh istri [...]

  16. ABe says:

    waw!!!!
    lugas. tegas. tajam.
    sarat kritikan bagi “mereka”

  17. abi abdullah azzam iskandar says:

    bagus…..!!!!

Please, feel free to post your own comment

* these are required fields

Panggil Aku Michael is powered by WordPress and FREEmium Theme.
developed by Dariusz Siedlecki and brought to you by FreebiesDock.com