Semalem gue makan sate di daerah binus bertempat di bekas Salon Christopher, hence the name : sate christopher, or so gitu deh kita nyebutnya. Seorang temen gue yang Japan-freak, Sri, berceloteh tentang sebuah buku nggak jelas yang dia liat di Katanoia. Hmm. Nakatonia. Hmm… Nakaranaya. Kokunikiya. Kyunikoya. Apalah namanya tuh toko buku. Nggak menjual banget nama tokonya, sulit dihapal dan diceritain ulang! All in all, kurang lebih terjadi percakapan demikian :

Sri : BOHOO! Gue menang lotre!! Belanja komik sekontainer!
Yosu : MAKAN-MAKAN!! Pas banget lagi ma…
Sri : *puff* — ilang bersama asap –
Yosu : Sriiiii! Jangan tinggalkan aku. Kumohon. SRII! SRIIII! *hidungnya mengeluarkan air mata dan mata mengeluarkan ingus*
Mashi : So lame.

Hmm…
Kayaknya itu cerita yang salah… Disertai penokohan yang salah. Juga aksi yang salah. Dan alur percakapan yang jelas salah. Nggak mungkin banget terjadi! Karena si Mashi nggak pernah pake istilah “So lame”. Oke itu doang, sisanya bener.

Tapi tetap bukan percakapan itu yang gue maksud.
Oke, jadi ini cerita yang bener :

Sri : Tau nggak tadi di toko buku *something*-kuniya, gue liat buku ilustrasi biografi Barrack Obama!
Yosu : Hm.
Sri : Jadi diceritain gitu dia masa kecilnya gimana, awal kehidupannya gimana, sejarahnya dan lain-lain.
Yosu : Hm.
Sri : Terus ada ceritanya gitu pas dia kecil kan di Indonesia tuh.
Yosu : Hm.
Sri : Nah di Indonesia itulah dia ngeliat pengemis dari dekat untuk pertama kalinya. Trus dibilang di bukunya: “When he saw the beggar, it broke his heart.”
Yosu : Hm.
Sri : Trus dia tanya maminya : “Mommy, will I be able to help them? Will I be able to change the world?”
Yosu : Hm.
Sri : Trus maminya jawab : “Someday, son, you will be. Someday.”
Yosu : Hm.

*Gile. Pria yang luar biasa. Penjiwaan yang keras dibentuk oleh perjalanan kehidupan. Bening bagai air dan tenang bagai kaca. Dirajut dari belas kasih akan sesama di sekitarnya. Karakter yang luar biasa. Siapa lagi kalo bukan : Yosua dan “hm” nya.*

Lalu as usual, karena gue adalah melankolis (melankolis = seperempat bagian dari komunitas dunia yang menyebalkan), maka gue membayangkan apa jadinya kalo orang membuat biografi ilustrasi tentang kehidupan gue di suatu hari nanti. Gua tau more or less akan jadi seperti ini :

…di masa kecilnya, Ia berkunjung ke Jakarta. Di sanalah untuk pertama kalinya ia melihat XBox dari dekat. When he saw the XBOX, it broke his heart. Dia pulang ke rumah dan menghampiri ibunya. Dengan mata bulat dan wajah polosnya ia berkata :

“Mommy, will I be able to have an XBOX? Will I be able to change my world of gaming?”

Dengan kasih sayang ibunya menjawab :

“Someday, son, you will be. Someday. Eventually.”

WOW! Buku ini akan laris kayak kacang goreng! Ato minimal banyak dipake jadi bungkusan kacang goreng, sama aja! I really cant wait to spend my life! Sisihkan uang-uang koin kalian agar kalian siap sedia buat beli kapan pun buku itu keluar!

Ultimate guide to please your children. BUY NOW!

Jadi, kalo orang bikin biografi tentang diri lu,
…Apa yang akan mereka tulis?