Archive September 2008

Oh Papaku Sayang 14

Sep22

Orang tua katanya seringkali suka nggak sejalan dengan pikiran kita. Apa yang kita tidak pernah minta, seringkali itu yang mereka paksakan agar kita miliki. Berhubung gue pintar, beradaptasi dan berpikiran luas, juga ganteng baik hati dan suka membantu nenek-nenek menyeberang jalan, atau kalo diringkas: gue genius, gue pikir gue harus melakukan sesuatu yang efektif mengenai relasi orang tua dan anak yang aneh ini. Bila minta A tidak diberi dan bila tidak minta B malah dipaksa dikasih, artinya :

Bila anda sangat menginginkan A, tunjukkan bahwa kita sangat nggak mau A dalam pembicaraan anak dan orang tua.

Sebaliknya, bila anda tidak menginginkan B, mintalah terus menerus.

Jadi waktu terakhir gue ditelpon papi, gue langsung terapkan buah pemikiran bijak dan filosofis gue.

Papi: KTP udah jadi nih. Papi kirim langsung yah?

Yosu: Sekalian Pa sama barang lain. Jadi ngirimnya nggak pake amplop doang, biar nggak dikira duit dan ditilep orang Pos. Kalo pake barang kan bisa bentuknya kotak mie, jadi susah dibuka. *alibi sempurna*

Papi: Mo dikirim apa? Game? Barang komputer?

Yosu: Hmm, nggak ah Pi. Yosu udah nggak rajin maen game lagi. PS2 terbengkalai. Kalo ada yang nawarin XBox 360 sekarang, pasti Yosu tolak. Apalagi komputer, udah nggak kekejer lagi hardwarenya. Udah nggak ada waktu lagi buat maen game. *aktor Oscar pertama dari Indonesia*

Papi: Hm. Jadi mo dikirim apa?

Yosu: Kirim apa yah. Mie ajalah, biasa kan Papi kirim mie. *mantap! rutinitas kirim mie akan berhenti di sini!*

Papi: Ok.

Baca selengkapnya »

Hidup Itu Persis Banget Ngepel 14

Sep7

Siapa yang melindungi anak Anda saat bermain di lantai?

Gue suka analogi. Di dalam pemikiran gue, analogi menempati rak yang sama dengan sarkasme, tindakan yang menurut gue intelligent dan civilized. Waktu menyampaikan pesan, gue bisa dengan nyaman mengarahkan pesan hanya untuk orang-orang yang pintar dan yang mau berpikir, sementara sisanya cuma bilang: “Hah? Maksudnya apa sih?”

Dua jam yang lalu gue ngepel lantai kamar. Ngepel lantai bukanlah sebuah pekerjaan yang nikmat. Ngepel lantai nggak melibatkan proses berpikir, memecahkan masalah, meringkas premis atau menarik konklusi dalam jumlah yang adequate buat gue. Ngepel lantai hanya melibatkan aktivitas membungkuk, menggerakkan besi berkain itu maju mundur atau berputar-putar atau kiri kanan tergantung mood dan feng shui, sambil menyanyikan lagu-lagu putus cinta. Bukan sebuah kegiatan yang asik dilakukan, apalagi bila kamar kos lu segede ruang tamu orang.

Jadi seperti biasa gue melamun. Melamun adalah pekerjaan yang nikmat. Melamun melibatkan proses berpikir, memecahkan masalah, meringkas premis atau menarik konklusi dalam jumlah yang sangat adequate buat gue. Melamun tidak melibatkan aktivitas fisik apa pun, tapi tetap bisa dilakukan sambil menyanyikan lagu-lagu putus cinta. Sebuah kegiatan yang asik dilakukan, apalagi bila kamar kos lu segede ruang tamu orang tapi isinya cuma lu seorang.

Dan gue melamun tentang betapa mengepel sangat sama dengan hidup gue.

Baca selengkapnya »

Panggil Aku Michael is powered by WordPress and FREEmium Theme.
developed by Dariusz Siedlecki and brought to you by FreebiesDock.com