Oh Papaku Sayang 14
Orang tua katanya seringkali suka nggak sejalan dengan pikiran kita. Apa yang kita tidak pernah minta, seringkali itu yang mereka paksakan agar kita miliki. Berhubung gue pintar, beradaptasi dan berpikiran luas, juga ganteng baik hati dan suka membantu nenek-nenek menyeberang jalan, atau kalo diringkas: gue genius, gue pikir gue harus melakukan sesuatu yang efektif mengenai relasi orang tua dan anak yang aneh ini. Bila minta A tidak diberi dan bila tidak minta B malah dipaksa dikasih, artinya :
Bila anda sangat menginginkan A, tunjukkan bahwa kita sangat nggak mau A dalam pembicaraan anak dan orang tua.
Sebaliknya, bila anda tidak menginginkan B, mintalah terus menerus.
Jadi waktu terakhir gue ditelpon papi, gue langsung terapkan buah pemikiran bijak dan filosofis gue.
Papi: KTP udah jadi nih. Papi kirim langsung yah?
Yosu: Sekalian Pa sama barang lain. Jadi ngirimnya nggak pake amplop doang, biar nggak dikira duit dan ditilep orang Pos. Kalo pake barang kan bisa bentuknya kotak mie, jadi susah dibuka. *alibi sempurna*
Papi: Mo dikirim apa? Game? Barang komputer?
Yosu: Hmm, nggak ah Pi. Yosu udah nggak rajin maen game lagi. PS2 terbengkalai. Kalo ada yang nawarin XBox 360 sekarang, pasti Yosu tolak. Apalagi komputer, udah nggak kekejer lagi hardwarenya. Udah nggak ada waktu lagi buat maen game. *aktor Oscar pertama dari Indonesia*
Papi: Hm. Jadi mo dikirim apa?
Yosu: Kirim apa yah. Mie ajalah, biasa kan Papi kirim mie. *mantap! rutinitas kirim mie akan berhenti di sini!*
Papi: Ok.


Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.