Sebenernya selain memperhatikan perkembangan rekaman Adam Air, pernikahan Bakrie, Si Ryan dan Artalyta Suryani, gue juga suka lho memperhatikan dunia perdagangan dan konsumerisme Indonesia. Karena dari semua elemen yang suka ngebodohin gue, gue paling benci dibodohi produsen. Secara setiap belanja gue nggak pernah spend lebih dari 10 detik buat memutuskan produk ini bagus atau nggak, jadi paling nggak produsen harusnya bisa beri apresiasi terhadap cara belanja pria gue yang luar biasa, dibanding wanita yang spend 30 menit untuk mempertimbangkan satu produk lalu akhirnya memutuskan nggak beli.

Dan baru-baru ini, gue baru tau kalo ternyata trend baru produk consumer goods saat ini ialah:

  • Gunakan nama yang super panjang dan tidak lazim agar menarik minat konsumen yang bosan dengan produk-produk bernama pendek dan terlalu lazim. Contoh produk yang bernama lazim dan pendek antara lain Nivea for Men, Biore for Men, Clear for Men, Kotex for Men, CloseUp, SmileUp, 7Up, MicrosUp dan lain-lain.
  • Gunakan bahan yang absurd dan tidak masuk akal agar menarik minat konsumen yang bosan dengan bahan yang masuk akal. Contoh bahan yang terlalu masuk akal misalnya, semua pasta gigi pake fluoride, semua shampoo pake anti-dandruff, semua sabun pake anti-kuman dan semua dove 1/4nya adalah pelembab.

Kemaren gue baru ke Indomaret buat restock sabun pencuci wajah. Ya, gue memperhatikan kebersihan wajah, gue metroseksual dan tolong beri penekanan lebih di bagian -seksual. Gue baru tau kalo ternyata Indomaret begitu diskriminatifnya cuma jual barang-barang buat cewek! Karena gue nggak nemuin Nivea for Men ataupun Biore for Men di sana! Ke semua rak gue cari kata Men, cuma ada di bagian pembalut untuk kata Men-struasi. Yang mendekati kata itu cuma kolor GTMan deket rak susu dan nggak mungkin gue pake kolor buat cuci muka.

Jadi gue spend some time buat pilih produk baru, tik tik tik tik, 10 detik waktu berpikir selesai, gue ambil produk yang baru-baru ini merubah paradigma gue terhadap consumer goods Indonesia. Produk ini menarik buat gue karena memenuhi dua kriteria di atas.

Lantai kamar gue yang bersih thanks to SuperPell. *HEH?!*

Menggunakan nama yang super panjang : nama produk ini Gatsby Refreshing Wash Scrub - Oil Control. Lu tau nggak sih, buat naroh nama produk ini barusan gue copy paste dari judul karena males banget ngetiknya. Akan salah banget kalo kita cuma mention produk ini pake nama Gatsby doang, ato Refreshing doang, atau Wash doang.

Menggunakan bahan yang nggak masuk akal : bahannya charcoal. Hmm, terakhir gue cek, charcoal itu batubara. Tapi mungkin gue salah, mungkin charcoal itu adalah nama tanaman pemakan sapi di Uganda atau Zimbabwe atau negara mana gitu yang sedang dilanda perang berkepanjangan, bukan batu yang sering dibakar di dalam kompor briket kokas. Dan mereka mengekstrak sari tanaman pemakan sapi ini untuk bahan pembersih wajah gue.

Tapi ternyata isi *gel - atau apapun lah namanya* di dalamnya berwarna hitam! Kalo bukan hitam dari batu bara, hitam apa lagi? Tapi mungkin gue salah, mungkin charcoal itu bukan tanaman pemakan sapi, tapi tanaman pemakan kotoran sapi yang sudah kering. Karena sama seperti gue kalo diekstrak akan menghasilkan Nutrisari dan/atau cheeseburger, maka tanaman ini kalo diekstrak akan menghasilkan *something black*. Dan gue hampir percaya karena menurut gue nggak ada penjelasan lain yang lebih logis dari yang ini.

Tapi setelah pake beberapa kali, gue akhirnya baru percaya ini bahannya batu bara. Karena setelah 15 menit scrubbing, ada sensasi kayak pedes-pedes menthol di muka gue. Gue percaya itu partikel batu bara yang menyala karena panas tubuh gue dan gesekan dengan kulit muka gue. Nah batu bara yang menyala ini yang membakar minyak di pori-pori muka gue sehingga muka gue bebas minyak selama beberapa jam ke depan. Hmm… mungkin gue akan coba oles di lokasi kumpulan minyak di pinggang dan perut gue… siapa tau… hmm…

Kalo ada modal, dukungan istri dan rekan kerja, mungkin gue akan bikin perusahaan yang khusus bergerak di bidang generasi ide produk. Jadi perusahaan seperti Unilever atau KAO yang stuck dengan produknya akan membayar gue milyaran rupiah, lalu gue telpon sana sini, lalu team gue brainstorming, lalu gue akan presentasi ke direksi mereka tentang konsep sabun terbaru, yaitu sabun dengan bahan Pertamax atau solar. Gue meramalkan dominasi total pangsa pasar! Mentah pun diborong orang, apalagi kalo diolah jadi sabun!

Dan setelah itu mungkin pasta gigi dengan bahan gas alam. Slogan advertisingnya : Membakar habis plak dan bakteri di mulut Anda!