Gue harus ngakuin kalimat “Udah ujan, becek, nggak ada ojek” emang laris di pasaran. Tapi sebenernya ada *istilah* yang lebih populer dari itu. Gue nggak pernah perduli apakah anak-anak di jalanan teriak-teriak “udah ojek, ujan, nggak ada becek”, tapi gue selalu *perduli* kalo ada orang yang sebut satu *istilah* ini. Perduli dalam bentuk: gue pengen akhiri hidupnya yang menderita. Istilah apa lagi kalo bukan: “Ya iya lah, masa ya iya dong!”
*HALAH!!*
Ya gue akuin itu juga gue nggak suka! Bukan cuma nggak suka, gue benci. As if gue nggak pernah pake bahasa Indonesia secara proper dan dak tau apo-apo soal bahaso sikok ini! Tujake nian kaw, kubukai perut kaw biar nyampak galo usus kaw! Apa lah relasi antara anak kalimat ya iya lah dengan ya iya dong?! You can use both to confirm things! Bukannya gue lagi kurang nutrisi otak ato gimana, tapi gue kepengen nyelipin aja kebencian gue terhadap kalimat ngeselin satu ini. Set aside dan BTT, gua tetep paling punya ikatan emosional yang mendalam sama istilah yang satu ini, yang bener: melan.
Mike : Lagi? Melan? Ini udah tahun ke berapa?
Yosu : …bis gimana. Cuma satu itu yang gue tau.
Mike : Coba sekali-kali lu murung di sudut ruangan dan bilang ke semua orang lu lagi sanguin.
Yosu : …tapi kan itu bener. Sanguin kan sama dengan gila?
Mike : ARRGGHH!
Gue blom pernah benci sesuatu tanpa sebab. Ambil contoh satu kebencian gue yang mendalam, kebencian gue terhadap cabe, itu ada sebabnya! Yaitu karena orang-orang selalu tanya kenapa gue nggak makan cabe dan berusaha biar gue makan cabe. Nah, itu bikin gue benci cabe. Dan buah dari kebencian gue terhadap cabe adalah: gue nggak makan cabe. See!
Nah kebencian gue terhadap kata melan juga sama, ada sebabnya. Kata Melan hari ini bukan lagi berarti sama dengan melan abad lalu! Gue masih inget waktu Mesir bikin pyramid pertama mereka, nggak ada yang pake kata melankolis se-absurd sekarang. Tapi itu bisa jadi karena Pharaoh adalah melankolis dan semua orang takut dengannya. Tapi di abad ini, di masa teknologi berkembang pesat, di mana orang sudah bisa nyantet lewat HP, kata melan sudah hancur amburadul:
Dan gue tau siapa yang harus disalahin! Manajemen Binus! Sejak mata kuliah Character Building 1 di Binus direlease, tiba-tiba semua orang di Kemanggisan tanpa terkecuali adalah Melankolis! Semua orang yang gue tanya, pernah atau sedang menjalani kehidupan sebagai melankolis. Blom pernah kan denger penjual mie rebus bilang “gue lagi melan”? GUE PERNAH! Bayangin gimana gue tidur malemnya!
Oke koreksi gue kalo salah, tapi kalo semua orang adalah Melankolis, maka berarti Melankolis bukanlah bagian dari pengkategorian kan? Sama kayak kita nggak pernah denger ada pengkategorian : Manusia yang berasal dari monyet dan manusia yang bukan. Semua orang berasal dari monyet (walau ada yang nggak percaya)! Redundant sekali buat dikategorikan! Maka jika semua orang adalah melankolis, sebaiknya cuma ada 3 tipe kepribadian, karena well, semua orang adalah melankolis!
*Bila hal itu terjadi, gue berani taruhan yang populer berikutnya adalah phlegmatis. karena phlegmatis hampir sama bitchy nya dengan melankolis. And the best thing is, you dont have to do anything to become one! cool!*
And dont mind me. Gue cuma lagi melan aja! Ngeselin banget!

duf
August 7th, 2008 at 23:46
busyet.. yg ginian masih dibahas ya ??
wkwkw..
Iris
August 8th, 2008 at 1:08
part 2nya mana kaka? XD *lol*
canda2.
saMI
August 8th, 2008 at 1:52
tenang bang..
tarik nafas.. keluarkan.. tarik nafas.. keluarkan..
hahahaha..
Riky Kurniawan
August 10th, 2008 at 8:19
There are two people in this world. Those who melancholic and those who don’t.
shianash
August 10th, 2008 at 8:29
sabaaaarrrr pak….tarikk nafasss…keluarkann…
*preeettt
yosu
August 10th, 2008 at 12:00
@duf
Aw shaddup. Gak semua orang kenal gue selama elu. XD
@Iris
Tar tunggu bete lagi. XP
@Sami
…dok! Anaknya udah keliatan blom?!
@RK
Ok, that is comforting. Really.
@shianash
X( *kabur ke WC*
Riki Pribadi
August 10th, 2008 at 18:24
hahaha..itu fotonya lg ngapain ? Lg nangis beneran ? Kok bisa kepoto ya ?
Mashi
August 13th, 2008 at 1:59
Hmm…. Im not a melan person. so im not of those and im crazy enough to become sanguin and mike will say “ARGGGGHHHH” LOL
SunTee
August 13th, 2008 at 23:01
mank knp dengan melan? koq gw ga nangkep ada yg salah dengan melan:D
*lemot mode on*
yosu
August 14th, 2008 at 16:17
@Riki Pribadi
Hrmm, yah begitulah. Aku melankolis yang mudah terharu. *ato keliatan terharu, ya sama aja lah.* XD
@mashi
XD — AARRGGGHHHHHH!
@SunTee
Hrmmm, susah jelasinnya. Jangan tangkep sendiri, tanya orang-orang di sektiar lu. Pasti pada nyerocos. XD
Myrmidon
August 15th, 2008 at 1:29
…ahh, betapa gembiranya melihat hasil karya tulis orang melankolis yg sedang mengidap melancholia
apalagi dikala saya yang sedang insomnia seperti sekarang,…
great, tambah ‘ga bisa tidur skrg –”
anyway, nice blog !
vendy
August 28th, 2008 at 18:22
haish…
coba ikutin quote ini : “act crazy like you never do that before” (by Paulo)
XD