Aug27
*Ehem*
Katanya wanita itu sangat sulit dimengerti. Katanya wanita itu adalah organisme yang nggak mungkin satu spesies dengan pria. Bahkan *biar kedengeran lebih ilmiah* katanya otak wanita bekerja dengan cara yang berbeda dengan otak pria. Misalnya : otak wanita berpikir tentang alangkah indahnya dunia saat lingerie itu dipakai, sementara otak pria berpikir tentang alangkah indahnya dunia saat lingerie itu dilepas. Dan satu hal yang lebih ngeselin lagi adalah, katanya semua wanita adalah unik! Misalnya: tiga wanita menerima cincin berlian, masing-masing akan berpikir :
- Wanita 1 : Berapa yah, harga cincin ini? Biar waktu dijual lagi nggak rugi harga.
- Wanita 2 : Apakah berlian di cincin ini asli? Karena berlian palsu harganya murah.
- Wanita 3 : Berapa gram-kah cincin ini? Dikali 255 ribu, nah itu harganya.
Liat, bener kan kata gue! Isi pikiran wanita itu beda semua, nggak ada yang sama. Percaya gue deh, kan gue lebih ahli dengan gelar La Womanizer Et Du Pon . Nah keunikan kayak gini nih yang katanya menyebabkan tidak ada satu cara utama untuk menangani semua wanita secara efektif.
Tapi satu hal yang pengen gue bagiin sama lo pada, sama seperti hal-hal lain yang menyebalkan untuk pria, sebenarnya wanita itu are not so random. Mereka punya polanya, tidak seperti yang dikatakan oleh media-media literatur seperti majalah atau blog temen lu yang suka memberikan tips ngasal dan ngaco soal bagaimana berhubungan dengan wanita. Sebagai pria terpelajar, kita harusnya skeptis terhadap media-media literatur seperti majalah atau blog temen lu. Ingatlah selalu, dalam mengenal wanita, cuma gue sahabat lu yang baik *dan akan jadi yang terbaik kalo lu merespon benar terhadap obsesi gue akan XBox 360*.
Baca selengkapnya »
Aug12
Sebenernya ada banyak cara buat melihat apakah lu itu cuma melankolis kambuhan atau memang melankolis kronis. Misalnya, kapan aja lu merasa bahwa lu melan? Waktu sedih? Waktu dimarahin orang? Waktu berebut giliran ngambil KMK? Berikut ini gue ceritain apa aja yang udah gue alami terlahir sebagai melankolis (artinya, gue nggak lagi melankolis, tapi emang dari lahir!).
Perlu lu tau, hampir semuanya adalah konyol dan nggak patut dijadikan teladan, jadi gue nggak begitu bangga harus terlahir sebagai melankolis. Makanya gue selalu bingung kenapa semua orang mau jadi melankolis…
Baca selengkapnya »
Aug9
Sebenernya selain memperhatikan perkembangan rekaman Adam Air, pernikahan Bakrie, Si Ryan dan Artalyta Suryani, gue juga suka lho memperhatikan dunia perdagangan dan konsumerisme Indonesia. Karena dari semua elemen yang suka ngebodohin gue, gue paling benci dibodohi produsen. Secara setiap belanja gue nggak pernah spend lebih dari 10 detik buat memutuskan produk ini bagus atau nggak, jadi paling nggak produsen harusnya bisa beri apresiasi terhadap cara belanja pria gue yang luar biasa, dibanding wanita yang spend 30 menit untuk mempertimbangkan satu produk lalu akhirnya memutuskan nggak beli.
Dan baru-baru ini, gue baru tau kalo ternyata trend baru produk consumer goods saat ini ialah:
- Gunakan nama yang super panjang dan tidak lazim agar menarik minat konsumen yang bosan dengan produk-produk bernama pendek dan terlalu lazim. Contoh produk yang bernama lazim dan pendek antara lain Nivea for Men, Biore for Men, Clear for Men, Kotex for Men, CloseUp, SmileUp, 7Up, MicrosUp dan lain-lain.
- Gunakan bahan yang absurd dan tidak masuk akal agar menarik minat konsumen yang bosan dengan bahan yang masuk akal. Contoh bahan yang terlalu masuk akal misalnya, semua pasta gigi pake fluoride, semua shampoo pake anti-dandruff, semua sabun pake anti-kuman dan semua dove 1/4nya adalah pelembab.
Baca selengkapnya »