Dulu, waktu gue menikmati jadi bitch kayak melankolis *in fact, melankolis pada dasarnya memang ekuivalen bitch kok*, gue pernah berpikir bahwa gue pasti anak angkat dalam keluarga ini. Gue pendiem, mengurung diri di rumah, suka teknologi, cerdas dan nggak suka rutinitas — sifat-sifat yang sedikit pun nggak ada di mami, boro-boro papi.

Mami : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita.

Papi : Penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…and I was 10 years old when I thought about those. That day I made a big decision : I will never be like any of my parents.

*sepuluh tahun kemudian*

Yosua : Banci sosial, suka perhatian, menikmati tawa terutama bila dirinya yang jadi objek tawa, menyukai kegiatan yang melibatkan diri dengan orang lain, nggak bisa berhenti bercerita, penyindir ulung, menghindari konflik, menikmati antrian apa saja, pemikir berat, konseptor ulung eksekutor buruk, public speaker keluarga, menyukai dry humor.

…great.

…suara bersin dan batuk gue pun, PERSIS papi. Jangankan bersin dan batuk, suara gue muntahin odol aja udah PERSIS suara papi. Jadi kalo gue plus papi bersin, atau batuk, atau sikat gigi bareng, akan lebih kedengeran kayak gaung gema dibanding suara dua orang yang sedang beraktivitas bareng.

Oke, gue buang jauh-jauh pikiran bodoh tentang gue adalah anak angkat. Tapi kali ini gue yakin banget, gue pasti bayi tabung!