IELTS – International Enlish Language Testing System 9
Semua pada tau kan tentang TOEFL? Nah akhir-akhir ini ada “trend” tes baru yang namanya IELTS. Kepanjangan IELTS tak lain tak bukan adalah International Enlish Language Testing System. Dan lebih susah dari TOEFL. Seberapa susah? Kalo sampe titik ini lu nggak nyadar ada yang salah dengan kepanjangan IELTS yang gue tulis dari tadi : you’re hopeless.
Tadi siang gue ama Mar nyoba-nyoba tes IELTS di F*something* english course di samping tol Kebon Jeruk. Nggak ada niat mulia sih. Gue cuma kepengen nunjukin superioritas English gue aja atas Mar. Soalnya sebelumnya dia ngambil TOEFL dan gue nggak bisa bilang : Masa lu dapet segitu, gue aja dapet <sekian>.
Malem sebelumnya gue, Andri, Argie, Eli, Mar plus Vera jalan-jalan di Tangerang sampe jam 2 pagi dan gue baru tidur jam 4 atau 5 pagi di sofanye Argie. Jadi biar lu tau : gue super ngantuk! Dan exposure terhadap English yang gue dapet sebelum tes, cuma dari Discovery Channel di ASTRO rumahnya Argie! Mantep.
All-in-all, kita masih sempet makan dan tiba on-time. F*something* english course keliatannya berorientasi tujuan dan konsumen banget. Di mana-mana ada tulisan : IELTS 6.5 TOEFL 98! 100% rate of success! Keren juga yah. EF aja nggak 100% rate of success.

Melankolis. Apatis. Satiris. Ironis. Emosional. Pemimpi. Convergent. Bukan Yosua yang anda kenal. Pembenci melankolis. Tidak berminat menjalani karir menulis buku. Membenci cabe. Membenci pink. Membenci semua pria berbaju pink yang gemar menjadikan cabe sebagai mainan. Membenci semua anjing yang bisa menggonggong. Pernah mendoakan agar semua perokok sakit ambeien. Anda sedang memasuki area Michael. Persiapkan mental anda. Jangan buang sampah sembarangan. Hati-hati anjing galak. Trims.