Walaupun kayaknya nggak bakal kesampean, gua udah punya persiapan seandainya beneran kejadian. Atau kalo nggak, ternyata lu yang dapet kesempatan itu dan nyontek ni guide, that’s OK. Asal lu inget aja, jangan eksekusi gue! Paling nggak tunjukin some gratitude. Misalnya, kasih gue Jawa + Bali.

Nah ini die persiapan gue.

Pribadi

Gue akan pergi menyewa psikiater pribadi buat menghilangkan sifat-sifat berikut :
- Tertawa terbahak-bahak kayak maniac. Soalnya bisa jadi celah untuk serangan dari belakang.
- Phobia apa pun yang bisa dijadiin kelemahan. Misalnya darah perawan.
- Merasa overpowered. Biar gua nggak pernah teriak : “INI TIDAK MUNGKIN!”
- Suka pakaian gelap. Karena pemimpin kejahatan identik dengan pakaian gelap, gue akan membiasakan diri pake pakaian dengan warna cerah. Lumayan buat bikin musuh bingung.
- Sok ksatria. Kalo gue punya senjata ultimate, akan gue pake sesering mungkin dari awal, nggak ada acara simpen-simpen senjata terakhir.
- Menunda-nunda. Misalnya ada ramalan seorang bayi yang akan membunuh gue, nggak bakal gua tunggu sampe dewasa, langsung cao-ken mumpung masih bayi.
- Sok dramatis. Misalnya, menceritakan rencana jahat lu sebelum saat-saat terakhir membunuh seseorang.
- Menggebu-gebu berlebihan. Misalnya, kalo tokoh protagonis berlari ke atap atau ke pinggir tebing atau ke deket jendela, gue nggak akan ikutin. Biarin aja die bengong di situ daripada gue mati konyol.
- Merasa paling pinter. Misalnya meninggalkan teka-teki atau petunjuk tentang sesuatu karena PD musuh nggak bakal ngerti.
- Diktator. Gue akan selalu denger pendapat bawahan gue.

Keluarga

Kalo gue jadi overlord dengan nyalip saudara gue, gua akan pastiin saudara gue dihukum mati. Bukan dikurung di sebuah tempat yang sangat jauh, tapi bisa dicapai pake kuda. Lalu gua nggak bakal punya anak cewek. Gue nggak kepengen die jatuh cinta ama tokoh protagonis terus mengkhianati gue. Anak cowok juga nggak mau. Soalnya anak cowok suka menjadikan ayah sebagai teladan.

Tahanan

Waktu membawa tahanan, nggak peduli ada koin jatuh, emas jatuh, berlian jatuh, apa pun yang berbunyi jatuh, terus jalan jangan perduliin, jangan sekalipun menunduk buat ngambil. Setiap hewan peliharaan yang ada waktu tahanan ditangkap, juga akan ditangkap dan dikarantina. Apalagi kalo hewan tersebut kecil, cepat, bisa membuka ikatan tali dan tau apa bedanya kacang dan kunci penjara.

Penjara cewek nggak akan dijaga penjaga cowok, vice versa. Kelompok pemberontak akan dipenjara di sel terpisah di blok yang terpisah. Tiap pemberontak yang kuat akan dirantai bareng orang lemah, asma dan lumpuh yang dicomot entah dari desa mana. Akan ada team medic buat tahanan biar kalo ada yang teriak-teriak karena temen satu kurungannya sakit, penjaga nggak perlu perduliin.

Tahanan penting yang akan diinterogasi, nggak ditaro di kastil. Bisa berabe kalo lepas trus ngamuk di kastil gue. Jadi diinterogasi di pinggiran sungai aja. Semua tahanan yang mati akan dikremasi di pembuangan sampah, bukan ditinggalin di pinggir sungai. Ato dua peluru ke badan dan satu peluru ke kepala kalo nggak mo repot, just to make sure.

Kastil

Terowongan udara kastil gue cuma muat seukuran bayi, dipenuhi semut merah dan dipalang tiap sekian meter. Saluran yang nggak dijaga cuma satu, yaitu pembuangan sampah dan akan terus panas disembur api. Semburan api ada iramanya 10 menit pertama, sisanya random ngaco.

Di mana-mana akan ada terminal komputer. Di tiap terminal komputer, di My Documents, akan disebar peta kastil palsu. Ruang komando ditandai “Pembuangan Sampah” dan sebaliknya. Semua komputer di ruang komando nggak ada yang membelakangi pintu. Jadi nggak ada yang lehernya digorok waktu sibuk ngetik. Pintu gerbang ruang komando dirancang agar kebuka kalo diledakkin dari dalem, bukan sebaliknya.

Oh dan juga, nggak ada port komersial kayak UTP, USB, IDE, dll, cuma ada port buatan sendiri. Oh dan juga, gue akan pake sistem operasi yang menganggap OS lain sebagai virus.

Lalu keypad buat buka semua pintu sebenarnya adalah fingerprint scanner, tulisan angkanya cuma hiasan. Kalo ada penyusup yang kedetect di scanner, ada lobang di lantai yang akan terbuka menuju terowongan pembuangan sampah.

Semua bagian penting akan dibangun berlebihan. Misalnya empat pembangkit listrik, enam tenaga listrik cadangan, empat server, delapan UPS, dll. Tapi yang ada di peta cuma satu dari masing-masing alat tersebut.

Tentara

Semua tentara wajib bisa menggunakan senjata konvensional. Konyol banget kalo tentara gue dibantai pasukan bertombak gara-gara nggak ada listrik buat senjata. Semua tentara WAJIB bisa mengenai target 10 meter di depan. Yang nggak bisa akan dijadikan target practice. Buat menjaga moral mereka, di tiap barak ada komputer dengan line internet unlimited yang bisa buka youtube dan multiply.

Di tengah perang, gue nggak akan ada di barisan paling depan. Juga nggak ada di barisan paling belakang. Mungkin gue di markas YMan ama letnan gue. Kalo pun terpaksa harus hadir, baju gue dan letnan-letnan akan sama persis dengan tentara lainnya. Juga nggak ada acara duel antar pemimpin. Oh mungkin ada, tapi sebelumnya gue udah bisikin tentara gue buat nembakin lawan duel gue di tengah duel.

Walaupun tentara yang bengis, kejam, bentuknya berantakan bener-bener naikin citra gue sebagai evil overlord, untuk tugas penyamaran, gue cuma akan pilih yang normal dan geek buat dikirim. Soalnya lebih nggak menarik perhatian.

Lalu mode operasi buat menangkap penyusup akan seperti ini : kalo tentara paling lemah kalah, yang keluar berikutnya adalah tentara paling kuat yang gue punya. Gue nggak mau ngabis-ngabisin waktu keluarin tentara-tentara dengan tingkat kesulitan yang naik perlahan.

Romansa

Kalo gua berhasil menangkap putri cantik, akan segera gue kawinin tanpa pake acara aneh-aneh kayak persiapan pernikahan menunggu bulan penuh. Dengan demikian, nggak ada yang sempet latihan pedang atau jurus baru.

Kalo si putri mati-matian bilang : GUE NGGAK MAU MARRIED AMA LU, ya udah deh mending gue bunuh sekarang daripada tar die bunuh gue pas tidur.

Toko supplier langganan gue.

Rencana Jahat

Setiap senjata gue nggak ada yang pake countdown timer. Kalopun terpaksa harus pake timer, gue akan set meledak di angka 235, pas banget di waktu tokoh protagonis lagi ciuman dan menentukan siapa yang akan tinggal. Juga nggak ada mekanisme autodestruct. Ada sih gue taro tombol autodestruct gede-gede warna merah di tempat yang gampang ditemuin. Kalo tombol ini dipencet, akan ada senjata otomatis yang keluar dan nembak yang mencet.

Gue nggak bakal bikin “alat yang nggak bisa dihancurkan tapi kalo ditembak torpedo di sebuah lobang kecil bakal berantakan”. Cara pakenya juga gampang. Nggak ada acara kayak : Lima element dibakar di perisai Parthenon di bawah sinar bulan purnama. Yang gua pake akan lebih ke : Push to Fire.

Well, gua rasa segitu cukup. Dah ah ngantuk nih. Ciao!