Tau nggak, apa yang lebih parah dari nyaris juara 1? Yang lebih parah ialah nyaris juara 1 dua kali berturut-turut!!

Sabtu malem jadi kenangan yang buruk lagi. Setelah di festival kemaren terseok gara-gara perbedaan 1 poin, festival kali ini harus kembali menelan pil pahit : cuma masuk nominasi. Kalo di Academy Awards, team gue persis banget film Juno. Tepuk tangan meriah karena masuk nominasi Best Actress dan Best Picture, lalu tepuk tangan kecewa, karena orang lain yang dapet.

Yep, team gue masuk nominasi untuk Best Actress untuk karakter Suster Ngesot yang dipegang Seiyu.

seiyu
*JENG JENG* Gimana nggak masuk nominasi coba...

Dan nominasi Best of The Best. Gue yakin sih detail kostum keseluruhan yang bantu banget buat bisa masuk ke sini.

gatot kaca
Kostum Gatot Kaca v.0.8 Beta RC

Perasaan gue sekarang gimana yah. Susah dijelasin. Mungkin gua bt. Mungkin. Tapi orang bt butuh pelampiasan yang citranya negatif, sementara gua nggak butuh. Mungkin gua lega. Lega karena nggak lagi mikir apakah bakal menang. Tapi orang lega bisa tidur dengan tenang. Mungkin gua puas… ato mungkin gua menyesal… ato… entahlah. Mungkin gue cuma telat boker aja tiga hari ini.

TIga minggu lalu, tiba-tiba zona nyaman gue diusik orang. Segerombolan kelompok sebelah divonis harus kerja sama dengen gue karena festival tahun ini partisipannya terdiri dari masing-masing dua kelompok. Gua paling males kerja team karena ekspektasi gua terhadap anggota team gue terlampau tinggi buat bisa dipenuhi. Tapi gue pikir… paling nggak ada satu kesempatan dalam hidup di mana sekali-sekali, gue tau bakal berantakan tapi gue bakal tetep jalanin. And you know what, I hate it when I know everything. Oh Tuhan kenapa aku terlahir genius.

Baru start pertemuan bikin script, konsep awal tiba-tiba bener-bener di luar dugaan gue. Wajar! Soalnya pas pembuatan konsep utama, gua entah lagi koprol di mana. Atau mungkin gua sekarang cuma cari kambing hitam? Ketemu kegagalan lalu menyalahkan konsep? Ah tau lah. Yang pasti waktu itu gua pikir, apa pun yang terjadi harus tetep maksimum dan detail. Sudah kepalang basah, mandi aja sekalian. Dan kita tampil, dengan nomor urut tampil paling terakhir.

Apa yang paling berbahaya waktu kita udah pasrah mati? HOPE. Harapan itu seketika muncul waktu team pertama yang muncul menyajikan tarian cheerleader bencis. Team kedua masih bau bencis. Team ketiga masih belepotan bencis. Team keempat masih ngiler bencis. Team kelima tetep ngimpor bencis! Dan tau-tau gelombang pertama selesai! Wow! If things keep lookin like this, we’re gonna be the only team without bencis at all! Masih ada kesempatan menang! Sebelum kesempatan untuk menyesal itu tiba, kami tampil dan datang kembali minggu depan dengan harapan yang masih sama : kami bisa menang.

yosua
Acara udah selesai tapi males ganti baju

Malem ini tampang gue nongol di cuplikan kelompok terakhir yang masuk nominasi. Pake piyama pink, pake shower cap pink, bawa gayung WC kos gue, bareng gatot kaca. Gue teriak! Gue tepuk tangan! Gue tertawa! Pemenang diumumkan! Gue masih tepuk tangan! Tapi muka gue berantakan. Untung gedung gelap gulita.

Kok bukan nama team gue yang disebut? Kok… kok tu orang maju? Kok… Ya ampun, Tuhan. Kami Gue gagal lagi.

Gue mo tidur aja ah.
Mungkin besok pagi gue punya ide baru buat kata serapah baru.