Selamat pagi semuanya.
…grasak grusuk klontang gedebruk grrrr <NGIIIIING> dug dug. Ada yang jago komputer di sini? Ada yang bisa bantu saya pasang laptop ini? Eh, jurusan apa ini sebelumnya?

<Psikopatologi Pak!>

Oh… Umm… Baiklah. …grasak grusuk klontang gedebruk grrrr <NGIIIIING> dug dug. Ya sudah nggak usah pake laptop dulu. Okeh, kata orang nggak kenal maka nggak sayang, jadi agar kalian semua sayang sama saya, saya buat kalian semua kenal terlebih dahulu. Nama saya Michael Abigail Dominiscus, biasa dipanggil MAD. Kode dosen saya D1702, loker saya ada di Anggrek. Mata kuliah yang akan saya bawakan selama satu semester ini Anger Management, yah, 2 SKS teori dan 1 SKS praktikum. Ada pertanyaan?

Okeh, agar kita cepat pulang, sebaiknya kita cepat mulai, dvd-dvd game saya menumpuk di depan komputer saya.

Anger management terdiri dari dua kata, anger dan management. Anger adalah satu dari sekian banyak “emosi”. Menariknya di dalam lingua bahasa Endonesia, kata emosi identik dengan anger. Jadi di saat kita menyatakan “emosi” di dalam percakapan sehari-hari, kita dianggap merujuk ke sebuah perasaan negatif yang sebentar lagi akan kita bahas.

Anger adalah emosi negatif yang muncul atas respon terhadap apa yang disebut grievance. Anger kata benda, kemarahan. Sementara angry adalah kata sifatnya, marah. Utamanya anger muncul saat sesuatu tidak terjadi sesuai dengan harapan kita.

Kita marah karena nilai algo tidak sesuai yang kita harapkan. Harapan : A tanpa belajar.
Kita marah karena orang lain punya PS3. Harapan : Bersama-sama tidak menikmati PS3.
Kita marah karena pacar orang lain lebih cantik. Harapan : Pacar kita yang paling cantik.
Kita marah karena friend list orang lain lebih banyak. Harapan : Ada kata FULL di sebelah id kita.
Kita marah karena orang lain punya dual core lebih dulu dari kita. Harapan : Punya papi jualan di mangdu.
Kita marah karena pacar kita tidak sempurna. Harapan : Pacar kita comes directly out of novels.

Logically, anger potensial untuk muncul dalam diri orang-orang yang :
1. Banyak berharap.
Semakin banyak berharap, semakin banyak pula harapan yang gagal. It leads to depression.

. Sedikit berharap, tapi tidak realistis.
Sedikit berharap belum tentu bebas dari anger akibat kegagalan memenuhi harapan. Banyak orang dengan sedikit harapan tapi dengan content yang tidak realistis. Misalnya yang banyak diharapkan orang dan menjadi top ten “Kenapa orang masuk grogol” : Kaya.

3. Berharap terhadap perubahan eksternal
Banyak orang yang merefleksikan harapannya terhadap hal-hal di luar dirinya sendiri. Misalnya, berharap si A putus dengan si B, berharap keuangan Endonesia membaik, berharap si C menyadari keberadaannya, berharap si D pake ATM lebih cepat dan masih banyak lagi. Padahal kita tahu sendiri bahwa merubah keadaan eksternal jauh lebih sulit dibanding merubah keadaan internal. Banyak experts yang menawarkan sebuah solusi yang sebenarnya sudah beribu-ribu tahun diterapkan oleh alam : adaptasi. Bila tidak bisa dirubah, di-adapt, dengan demikian kita bisa hidup tanpa memupuk depression akibat kegagalan merubah keadaan.
Ada pertanyaan sampai di sini?

Okeh, sementara Management merujuk pada kegiatan pengaturan melalui penggunaan dan manipulasi dari resource yang kita miliki. Money management mengatur uang, People management mengatur orang-orang, Change management mengatur perubahan, Dream management mengatur mimpi, berarti Anger management mengatur kemarahan. Atau dalam kalimat lengkap yang akan masuk esay UTS nanti : Anger management adalah kegiatan pengaturan emosi kemarahan melalui penggunaan dan manipulasi dari resource yang kita miliki. Kalau kita buka halaman 5 Anger Management for Psycho : Turban, bukunya ini saya pegang, bisa kalian lihat berbagai versi pembahasan dari pemahaman konsep utama Anger Management.
Ada pertanyaan sampai di sini?

Okeh baiklah, jam sudah menunjukkan 2:01 malam di taskbar komputer, sementara saya harus bangun 09:40 nanti pagi dan game Yakuza masih belum tamat. Jadi untuk hari ini kita cukupkan sampai di sini. Jangan lupa, ada topik diskusi di forum dengan judul, “Harapan yang membunuh Anda sendiri”. Silakan ikut di dalamnya karena akan ada bonus nilai untuk UTS untuk lima orang yang paling aktif memberikan pendapat yang bagus. Juga jangan lupa, minggu depan akan ada dosen tamu yang saya undang langsung untuk memberi paparan singkat tentang anger management dan konsep “whoosah”. Jadi sayang sekali kalau kalian titip absen minggu depan.

Baiklah kuliah sampai di sini saja, sampai jumpa minggu depan dan… TETAP SEMANGAT.