“…pokoknya mama nggak mau denger lagi. Kalo nggak mau juga, balik aja ke Palembang!”
tut… tut… tut…
“Mesra banget, pake Mam Mam-an segala,” terdengar celetuk dari orang di meja sebelahnya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat demikian. After all, dia sanguinis. Maklum saja, nggak bisa bercanda liat tempat dan kondisi. Masalahnya, kali iniitu bukan telpon dari orang yang selama ini menjadi pacarnya. Telpon kali ini juga bukan sayang-sayangan. Telpon itu konflik, telpon itu pertentangan batin, telpon kali ini… berat.
“Tolong dong jangan ngomong ama gua.”
Hari-hari biasanya, ia selalu bisa bertahan, dari masalah dan tekanan, apa pun jenis dan kondisinya. Tapi hari ini beda, ia sudah menerima terlalu banyak masalah. Ia seperti bejana rapuh yang tinggal tunggu pecah dan semuanya berhamburan keluar. Dan kalimat terakhir dari meja sebelah yang berjasa menumpahkan semuanya.
Hatinya berkecamuk, ia berlari ke luar untuk mencari tempat di mana ia biasa mencurahkan segalanya. Tapi hari itu, tempat itu sudah tidak ada. Tempat itu sudah pergi, meninggalkannya dalam kepanikan dan kegilaan sementara. Ia berlari ke bawah dan melampiaskan sebagian kekesalannya pada pintu pertama yang ia temui.
Baru saja ia sampai di tangga lantai 3, perjalanannya masih jauh untuk bisa keluar dari gedung itu, namun ia sudah tak tahan lagi. Ia melakukan hal yang kemudian paling ia benci seumur hidupnya…
…dia menangis tertelungkup di tangga sekret.
Jakarta : Kota Melankolia
“…kami berkenalan. Jakarta, katanya.”
Ia bernama Michael, Michael Abigail Leonardo. Semua orang memanggilnya Mike. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan nama Mike, kecuali kenyataan bahwa nama tersebut menaungi sesuatu yang gila, memberontak dan penuh resiko. Seperti kalau ada seseorang yang mencoba untuk mengawinkan programming dan design, maka ada ucapan “You gotta be mike-ed, dude!” (Kamu pasti gila!) atau “You’re totally nuts like Mike!” (Kamu adalah kacang secara total menyukai Mike!)
Pria muda ini lahir di tahun 1985. Cinta pertamanya hadir saat kelas 3 SD, sore hari di kantor ayahnya, terhadap sesuatu yang bersyntax @SUM(cell1..cell2), binti Lotus 123. Cinta ini kemudian berkembang pesat, sudah berani buat-buat .BAT di depan umum. Sudah mulai malam mingguan di Norton Utilities. Dan nggak ragu-ragu lagi buka hex dan freeze memory tanpa pakai pengaman. Dari sana, cinta ini terus bertahan bertahun-tahun hingga melahirkan virus Word yang bisa memformat harddisk, yang harus gugur, karena Office 2000 mematikan macro AutoOpen. Bersamaan dengan hal ini pula, dunia Mike tiba-tiba terasa sepi.
Aku ingin pergi ke tempat di mana setiap ku melangkah, ada cintaku yang hilang. Tempat itu hanya ada di Jakarta : Kota Melankolia.
Dua tahun kemudian Mike tiba di kota itu, disambut ramah gelombang panas, CO2 dan efek rumah kaca yang selama ini hanya pernah ia baca di buku. Kalau saja bukan karena tahan malu di jalan, bertanya Protecom agar tak sesat, tentu sekarang ia masih sibuk mencari BCA di kampus Syahdan. Well, he was a single fighter after all.
Saat itu panas sekali. Kepalanya botak, tubuhnya penuh peluh, bau maskulin tercium dari tubuhnya, seperempat jam yang lalu ia habis MI BAKSO (Melatih Badan Kita Bersama Senior). Di hari jumat itu, rombongan segerombolan sekumpulan kelompok gembong-gembong gabungan mahasiswa-mahasiswa dengan almamater burung kondor di belakang, mengubah hidup Mike selamanya. Dalam acara Bunga Rampai (Bung Gabung Rame-rame Sampai Penuh), mereka datang dari BNCC (Banyak Nerd yang Cinta Computer), menjajakan 80% skill yang akan membedakan dirinya dengan 6000 mahasiswa lain. Saat mereka memamerkan emblem burung kondor yang super megah naujubilah gedenya tersebut, Mike tersentak dan berkata, “Ini dia yang kucari selama ini. Orang-orang yang bangga menjadisaya Mike, oh come on, berapa banyak orang sih yang bisa bangga pakai emblem burung nerd.” Maksud kondor segede gajah di belakang, cuma mereka!
To be continued…

AguzX
October 20th, 2006 at 8:16
bahasanya agak berat yoss,, otak dengan ram pas2an dan banyak bottleneck gini, harus kerja keras utk memproses inti dari cerita diatas
————————————————————————————————–
Yosu :
…padahal udah disiapin untuk orang-orang dengan disabilities…
…semua istilah yang berat kayak… “Computer Club” udah diilangin.
…masih kurang yah.
Riky
October 27th, 2006 at 3:53
hi mike..!!
*ngeloyor*
——————————————————————————————-
Yosu :
WEWWWWW.