Mungkin kedengerannya bego, tapi yang pasti gua punya dream list seperti anak-anak lainnya. Entah dari mana, gua pernah baca, mimpi itu seperti Manajemen Proyek. Matilah gua, dulu gak lulus Manajemen Proyek gara-gara absen. Artinya mimpi gua semua ngaco?

My dream list :

  • Kendaraan Pribadi

Buat long-term goal, gua kepengennnnnnnnnnn banget punya Audi TT. Iya gua tahu tu mobil berat tarikannya, nggak irit, gendut, two-seats, pajaknya mahal. Tapi gua sudah terlanjur janji sama diri sendiri, ini reward terbesar untuk gua yang sudah sukses suatu hari nanti.

Buat short term, gua kepengen banget naik motor sport. Ya yang kecil-kecil ajalah, YZR-M1 (tunggangan Rossi) apa YZR-R1 gitu. Atau rombongan Desmosedici juga jadilah, gak muluk-muluk gua mintanya. Sekitarrr… 200 juta lah. Hahahaha. Apa daya, paling banter cuma bisa CBR150. Itu pun udah berasa mahalllll banget. Belinya juga nunggu SIM yang harganya 700 ribu, tembak tanpa tes dan praktek. Mami gua sedang berjuang keras biar gua batal beli motor ginian dan beralih ke Mio. Tanggapan gua atas perhatian yang tulus dari mami gua :

Sekalian aja yos disuruh pake rok, mom. Aduh, kayaknya yos lagi dapet deh.

Ini namanya mimpi tanpa manajemen resource.

  • Ngeband

IYA KEPENGEN BANGETTTT. Kalo kesampeian, lagu pertama yang pengen banget gua mainin, yaitu Radiohead — Creeps. Tapi kata orang, mimpi itu harus realistis, harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely). Jadi gua review dulu mimpi yang satu ini :

Q : Bisa main alat musik apa? Keyboard?
A : Keyboard sih bisa. Cuma kalo keyboard doang aneh, biasa bareng mouse.
Q : Gitar?
A : Itu biar orang lain lah. Banyak kan yang bisa main gitar.
Q : Bass?
A : Vokal aja kali yah guanya.
Q : Pernah belajar nyanyi di mana?
A : ALRIGHT, ALRIGHT! Gua main drum aja.
Q : Emang lu bisa main drum?
A : …
Q : Kenapa?
A : …digebuk doang kan?

Ini namanya mimpi tanpa perencanaan dan studi lapangan.

  • Masak Spaghetti Sendiri

Gua udah beratussss ratussss kali masak spaghetti. Pakai daging, terutama sosis. Pakai keju. Pakai makaroni juga pernah. Pakai susu. Pernah pas stress, mau tambahin yogurt. Dan dulu pas lagi kesel banget, sempet mau gua goreng, ahahah ahaha ahaha — ketawa dipaksa™. Sayangnya… semuanya instant… Pengen bangettttt, sekaliiiii aja, masak sphagetti dari nol. Potong bawang, pake sosis, saus marinara, parsley, saus tomat, keju parmessan, tomat (yuck) dan lain lain diolah dengan teknik rahasia keluarga Omimaru, Cooking No Jutsu. Terus dituang di atas spaghetti hangat… AAAAAAAAAAAAAAAAHHHH Bayanginnya aja udah ngiler! Gua masak mie dulu deh.

Ini namanya mimpi tanpa realisasi.

  • Ballroom Dance

(Edelweiss is playing in the background…)
Dari semua mimpi, ini mungkin mimpi yang paling nggak mungkin punya. Gua kepengen bangettt, dansa pake tuxedo bareng cewek keren yang pake gaun malam di tengah-tengah ballroom yang ubin lantainya bulet di tengah. Wah, bayanginnya aja udah merinding. HUAAAAAA! PENGENNYAA!

(Edelweiss playback is distorded…)
Q : Bisa nari?
A : Classic Disco, Rock and Roll, Flower Generation, 70s danc…
Q : Bukan bukan. Salsa, Tango, Waltz, Jive?
A : Umm… err… ano… Beethoven?

Ini namanya mimpi tanpa titik awal.

  • Special Morning

Ada sebuah adegan yang paling gua sukaaaaaa banget. Waktu itu gua masih SD (kayaknya, gua nggak yakin deh), gua suka banget sama adegan begini :

Setting :
- Kamar tidur
- Tirai yang tertutup

Properties :
- Double bed
- Nampan
- Breakfast
- Kopi (pastikan berasap)

Actor(s)/Actress(es) :
- A Man
- A Woman

Time :
Pagi hari, 0700 AM

Story :
Adegan menggambarkan seorang pria yang tengah tertidur dengan selimutnya yang berantakan. Pintu kamar terbuka, seorang wanita masuk dengan membawa nampan lalu meletakkannya di bed table kiri. Isinya breakfast dan secangkir kopi hangat. Wanita tersebut mengenakan kemeja pria berwarna putih, tanpa celana. Sekilas terlihat pakaian dalamnya yang berenda. (AIH BULAN PUASA MENNNN… Gila lu nulis ginian. — Cuek aja. XD )

Wanita tersebut jalan ke arah tirai dan membukanya. Kamera menunjukkan sunrays yang langsung kena ke wajah pria tersebut, membangunkannya dengan cara yang tidak nyaman. Wanita tersebut berjalan menuju si pria dan mengecup keningnya.

Wanita : "Selamat pagi, sayang."

Ia menarik selimut pria tersebut dan beranjak kembali menuju jendela untuk membukanya, ada teras di luar jendela tersebut. Si pria membuka matanya dengan enggan, beranjak turun dan menyeruput kopi pertamanya pagi itu. Dengan tergopoh-gopoh ia berjalan menuju wanita yang sedang berdiri di teras dan memeluknya dari belakang. Kecupan pertama tiba di pipi, menyusul dua kecupan berikutnya di leher dan kecupan terakhir di dekat telinga yang membuat wanita tersebut merasa geli lalu berbalik menghadap pria tersebut. Kecupan terakhir tiba di bibir wanita tersebut.

Pria : "Thanks yah buat tadi malam…"

Mereka berdua tersenyum dan kembali hanyut dalam pelukan dan ciuman yang intense.

GILAAAAAAAAA!! Merinding… Gua sering banget bilang ama Mar, "Mar… gitu yok. Hihihihi." Dan gua bingung kenapa selalu ditolak. Bagian mana yang aneh yah. Bagian yang cuma pake pakaian dalam dan kemeja? Biasa. Bagian yang dipeluk dari belakang dikecup-kecup? Apa anehnya yah. Bagian adegan yang nggak diperlihatkan tadi malam? Wajar-wajar aja. Bagian yang …umm… intense? …biasa kali. …OOOO, gua tahu. Mar pasti gak bisa bikin kopi.

Ini namanya mimpi tanpa ikut timeline.

———————————————————————————————————————-

Entahlah, serasa-rasa gua, masih bisa jalan mimpi ini semuanya. XD

Sebenernya masih ada dua mimpi lagi, tapi ah, nanti semua orang jadi mulai ikut-ikutan bermimpi… Seperti melan yang jadi trend, gua takut bermimpi ikut-ikutan jadi trend. Gua kan trendsetter.