yos, lo bikin novel aj yos :p
- o -
btw, gak kepikiran jadi penulis? well, sapa tau bisa jadi andrea hinata baru gitu, gua binun dia gaya tulisna aneh cuman karena topik na baru n bagus aja trus jadi laku deh… ahahaha…
- o -
bukunya kapan keluar?
Wahaha, aneh2 aja lu Yos.
- o -
plok..plok..akhirna yg ditunggu2 dah kembali…^^
Ntar kalo bukunya udah keluar gua bakal bantu.
Bantu bajak. ![]()
- o -
Dalam meditasi dan kontemplasiku sehari-hari, seringkali aku bertanya. Kepada alam yang lirih. Kepada jiwa-jiwa kunang-kunang malam-malam. Mengapa cara pikirku berubah setelah kepalaku terantuk meja kemarin? Pertanyaan itu, dan : Mengapa semua orang ngidam kepengen banget liat gue nulis buku?
Gue punya alasan-alasan yang jelas kenapa gue nggak nulis buku sampe hari ini. Bukan karena gue nggak punya waktu. Bukan karena gue single. Bukan karena gue nggak mahir ngetik 10 jari. Bukan juga karena seperempat bagian pembaca potensial sudah pasti membenci gue. Tapi karena:
Gue butuh media yang bebas. Yang fleksibel. Yang lugas. Yang menyeberang perbedaan. Yang menyeberang batas waktu. Yang nggak bisa diregulasi bahkan oleh Roy Suryo. Hidup demokrasi! Legislatif! Status quo! Omni ovum et vivo!
Gue butuh media yang bisa gue tulisi kapan pun gue mau, dan yang bisa gue tinggalin kapan pun gue putus cinta. Gue juga butuh feedback instant. Mungkin, setengah dari traffic blog gue adalah browser gue yang auto-refresh panel comment di area admin setiap sepuluh menit. Karena membaca comment adalah hal yang ecstatic buat gue.
Gue butuh media yang bisa gue kontrol. Bahkan setelah gue publish, gue masih bolak balik ngerombak entry tersebut. Gambar ini kok rasanya kegedean. Caption image ini kok kayaknya nggak ada kohesinya. Kalimat ini kok nggak ada komanya. Ini kurang strip satu, di sini kelebihan spasi satu.
Media buku nggak bisa melayani kebutuhan itu. Sedikit pun.
Kesempatan untuk memberi tahu kalian betapa gue mau melakukan *hampir* apa aja agar gue bisa punya XBox 360, di mata gue jauh lebih berharga dibanding kalian memampukan gue membeli dengan cara memberi gue uang. *Tapi tetap itu bukan ide yang bodoh. Bener. Suer.*
I dont need any money for doing self-actualization. Karenanya, dari launching sampai kapan pun, kalian nggak akan temuin Adsense atau segala bentuk iklan di tempat ini. Oke, kecuali iklan tentang gue, betapa gue sangat high-quality sebagai seorang pria single, les privat gue yang harganya nggak kompetitif dan lain-lain.
The best thing a book writer does while not writing is speaking. Pergi ke berbagai talkshow, berbagai acara kupas buku, berbagai seminar menulis, berbagai jumpa fans. Apa yang dibicarakan di sana? Tentang apa yang gue lakukan kan. Tapi kalo lama kelamaan yang gue lakukan hanya berbicara, apa lagi yang akan gue bicarakan tentang apa yang gue lakukan?
“Hai, semua! Menjadi penulis itu seru karena… kita bisa banyak bicara di berbagai seminar.”
– Yosua Omimaru, Seminar Penulis 2013
Really. It looks like a very boring life to me. No offense. Keep writing so that you can speak. And keep speaking so that people want to buy your writing. That’s not the kind of life I would love to walk on.
Dulu gue juga sama kayak lu, menyendiri di sudut ruangan. Tapi sekarang, semuanya berubah, gue berubah dan hidup gue berubah. Lu juga bisa berubah, asal punya pandangan paradigma yang benar terhadap kewanitaan. Misalnya: mereka suka benda yang berkilau.
– quoted from How to be a Womanizer *like me* part. 1
Dan baru-baru ini, gue baru tau kalo ternyata trend baru produk consumer goods saat ini ialah:
– quoted from Gatsby Refreshing Wash Scrub - Oil Control
Orang bodoh macam apa yang akan bisa appreciate macam tulisan di atas? Oh ya kecuali kalian tentunya. Bukan maksudnya kalian bodoh ato apa. Hmm. Ya kalian ngerti lah maksudnya! Orang juga akan berpikir: Orang bodoh macam apa yang menerbitkan buku Panduan Memelihara Dinosaurus?
Gue nggak bisa akrab dengan pembaca gue melalui buku. Gue nggak suka menulis sesuatu yang bisa diterima semua orang begitu aja. Gue lebih suka menulis tentang sesuatu yang dimengerti segelintir orang. Sesuatu yang pernah terjadi pada sekelompok orang yang bareng gue, trus gue bikin jadi joke.
Sampe hari ini, gue yakin masih ada pengunjung blog yang masih bertanya-tanya, kenapa si yosu begitu benci melankolis, kenapa yosu begitu kepengen dipangil michael dan kenapa tulisannya dari awal launching sampe sekarang nggak ada yang bener.
Kalo melalui blog pun orang masih bertanya-tanya, apalagi melalui buku…
Honestly, gue menulis buat memuaskan diri sendiri. Kalo dalam proses itu kalian ikut terpuaskan, maka gue lebih puas lagi. Seandainya gue terapkan filosofi demikian pada media buku, siapa yang mau keluarin modal buat cetak buku gue?
- o -
Jadi, all in all, harapan kalian tentang gue nulis buku… untuk saat ini, jauh dari menjadi kenyataan. Tapi gue adalah orang yang baik. Penuh simpati dan kasih sayang. Gue dan kemurahan hati, alangkah sulitnya kami dipisahkan.
Berikut ini gue lampirkan buku-buku yang akan pertama kali gue tulis seandainya gue bener-bener menulis buku.
- o -
“…
14. Pastikan Anda selalu membeli game-game bajakan. Dengan demikian Anda akan menghemat banyak uang. Jangan permasalahkan moral karena Anda akan melakukan kebaikan di langkah berikutnya.
15. Anda bisa saja jual game-game bajakan Anda sebagai game-game original. Hanya saja masalahnya, hal itu adalah dosa. Upah dosa adalah maut. Sebagai gantinya, bajaklah game bajakan itu, menjadikannya game bajakan bajakan! Ini adalah balasan yang setimpal untuk para pembajak game, kerja-kerasnya dibajak orang lain!
Anda melakukan kebaikan dengan membantu membalaskan kekesalan developer game yang dibajak…”
– How We Managed to be Rich by Playing Games
Yosua Omimaru, Albertus Kristianto & Albert Lee
- o -
“…dan tunjukkan keahlian Anda bermain kartu yang sudah Anda peroleh di empat bab terakhir. Selamat menjadi kaya!
Karena berjudi itu adalah dosa dan upah dosa adalah maut, jangan terlalu bergantung pada kegiatan itu untuk mendapatkan uang. Anda tentu tidak mau hidup Anda dipenuhi dengan dosa. Sebagai gantinya, persiapkan investasi untuk hair wax, contact lens, jacket stylist terbaru, kemeja trendy, woven pants dan sepatu kulit. Anda akan tahu kenapa dalam dua paragraf lagi.
Jika di bab-bab sebelumnya target Anda adalah om-om kaya yang bodoh, mulai bab ini target Anda adalah tante-tante kaya. Yang sama bodohnya. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang tante-tante yang biasa ada di lantai kasino :
…”
– How to Leave Casino with More Money Than You Came With
Albertus Kristianto & Yosua Omimaru
- o -
Sayang semuanya fiksi. Kalo nggak, udah pasti best seller.
Hoo hah! See ya!
…
Hello moi readerz!
Ave moi!
Bon appetite!
Eau de cologne!
Je dois regagner mes pénates!
Les Rosbifs!
A la carte!
*dan semua salam dalam bahasa perancis lainnya!*
Nggak perlu repot buka kamus. Semua artinya Hello, apa kabar, I miss you all. *kurang lebih*
Entry satu ini adalah buah dari lelahnya gue bercerita berulang-ulang tentang sesuatu yang sangat panjang. Yaitu soal: kenapa sudah pasti ayam dulu baru telur. Hmm. Tunggu dulu. Ada yang lebih panjang dari itu. Yaitu soal: Manusia Gua™.
Are you falling in love? Is someone falling in love with you? Falling in love is fun, isn’t it? Apa yang lebih mudah dari falling in love? Sebelum lu dateng ke YM gue dan datang dengan buzz cute-mu itu untuk meminta pendapat soal dia, ada baiknya lu baca dulu kisah berikut ini. Karena : GUE CAPEK NGETIK CERITA MANUSIA GUA BUAT SETIAP ORANG YANG DATANG KONSULTASI. Au cas ou, in case gue perlu menggunakan penjelasan dari keseluruhan atau sebagian dari cerita ini, gue nggak perlu lagi ngetikkin. Gue tinggal paste linknya, voila mamma mia fetuccini, tinggal baca sendiri. Please be considerate, you guys dont pay me or anything! So please spare me from the suffering. Here we go.
_________________________________________________________________________
!!!! Warning. The following passage is quite long. Pastiin lu sudah dalam posisi PW, ditemani makanan dan minuman yang cukup selama membaca, penerangan cukup, jarak yang aman dari monitor dan dalam bimbingan orang tua atau orang dewasa lainnya. !!!!
_________________________________________________________________________
As usual, tiap tahun gue review tahun buat liat apa wishlist gue bisa diupdate. Beberapa featured wishlist point tahun 2006 bisa dibaca di sini : MM326 : Manajemen Mimpi. Mohon maap wishlist 2007 dan 2008 nggak dipublish di blog karena pada masa-masa itu, Indonesia umm… mati lampu dua tahun lebih, jadi nggak bisa pake internet.
Buat yang males ato udah baca, gue summary aja featured wishlist 2006 (blom semua, yang keren-keren aja). Yang udah gue achieve, one way or another, gue coret. Jadi gue minta dengan sangat STOP KIRIMIN BERBAGAI RESEP SPAGHETTI KE EMAIL GUE.
Dan *drumroll* berikut adalah wishlist untuk tahun 2009 :
Glen : Eh yos. Gue lagi ada masalah nih.
Yosu: Sama?
Glen: Sama si itu.
Yosu: Itu sapa?
Glen: ITUU. Masa nggak tau?
Yosu: Iya, nggak tau.
Brad: Kok nggak tau sih? Sasha aja tau!
Yosu: Ya gue bukan Sasha.
Brad: Itu yang sahabat karibnya barusan aborsi.
Yosu: Siapa yang barusan aborsi?
Brad: ITUU. Ah parah lo masa nggak tau.
Yosu: Ya emang gue nggak tau. Kasih clue.
Glen: Pacarnya anak DPR. Yang naik BMW.
Yosu: Hah? Siapa anak DPR? Cowok apa cewek?
Jay: Cewek! Jadi yang aborsi tu cowok. YA COWOK LAHH.
Yosu: Oh. Ya kayaknya gue tau. *Sebenernya nggak tau, cuma ya udahlah, daripada lama.*
Glen: Nah iya, itu. Gue bermasalah dengan ini nih. Jadi kan bla bla bla, yada yada yada, badabing badabong, kadaching kadachong, kaboom!
Yosu: Itu kan masuk klaim asuransi? Ada di klausa paling akhir? Yang gue suruh tambah?
Glen: YOSUA! YOU ARE SO GENIUS!! Gue seneng banget bisa punya temen yang tau banyak kayak lo!
Yosu: Hm. Jadi. Tadi. Siapa yang aborsi?
Mereka: *hilang bersama angin*
Semalem gue makan sate di daerah binus bertempat di bekas Salon Christopher, hence the name : sate christopher, or so gitu deh kita nyebutnya. Seorang temen gue yang Japan-freak, Sri, berceloteh tentang sebuah buku nggak jelas yang dia liat di Katanoia. Hmm. Nakatonia. Hmm… Nakaranaya. Kokunikiya. Kyunikoya. Apalah namanya tuh toko buku. Nggak menjual banget nama tokonya, sulit dihapal dan diceritain ulang! All in all, kurang lebih terjadi percakapan demikian :
Sri : BOHOO! Gue menang lotre!! Belanja komik sekontainer!
Yosu : MAKAN-MAKAN!! Pas banget lagi ma…
Sri : *puff* — ilang bersama asap –
Yosu : Sriiiii! Jangan tinggalkan aku. Kumohon. SRII! SRIIII! *hidungnya mengeluarkan air mata dan mata mengeluarkan ingus*
Mashi : So lame.